Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tersingkir di Piala Dunia, Pendukung Maroko Mengamuk hingga Bentrok
ilustrasi penggemar sepak bola (Eslam Mohammed Abdelmaksoud)
  • Maroko tersingkir dari Piala Dunia usai kalah 0-2 dari Prancis di Boston, memicu kerusuhan pendukung di berbagai kota Eropa, termasuk bentrokan dengan polisi di London.
  • Di London, satu polisi terluka akibat lemparan botol kaca dan empat orang ditangkap; otoritas menegaskan tidak akan mentolerir kekerasan terhadap petugas maupun gangguan publik.
  • Aksi serupa terjadi di Belanda dengan kericuhan di Amsterdam, Rotterdam, Den Haag, dan Utrecht, sementara situasi di Paris tetap kondusif meski ribuan polisi disiagakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Perjalanan tim nasional Maroko di Piala Dunia berakhir setelah kalah 0-2 dari Prancis pada laga perempat final di Boston, Amerika Serikat (AS). Dua gol dari Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele memicu kekecewaan pendukung Maroko, yang kemudian berkumpul di sejumlah kota besar Eropa hingga bentrok dengan aparat kepolisian.

Laporan gabungan dari berbagai media menyebutkan salah satu kerusuhan paling serius terjadi di kawasan Edgware Road, London, Inggris, pada Kamis (9/7/2026) malam. Kepolisian Metropolitan London (Met Pol) menyampaikan petugas lebih dulu diterjunkan setelah sekelompok orang menutup jalan dan menghambat lalu lintas, sebelum situasi memanas akibat lemparan botol kaca dan kembang api yang diarahkan ke polisi.

1. Bentrokan London melukai seorang polisi

ilustrasi bentrokan saat demo (pexels.com/Mico Medel)

Ketegangan di London membuat Met Pol mengerahkan personel tambahan ke lokasi. Dalam keterangan resminya, kepolisian menyebut seorang petugas mengalami cedera kepala akibat lemparan botol kaca hingga harus dibawa ke rumah sakit, sementara tak ada korban luka lain yang dilaporkan.

“Petugas awalnya dipanggil setelah sekelompok orang berkumpul di jalan dan menghalangi lalu lintas. Insiden kemudian meningkat dengan kelompok tersebut melempar botol dan menyalakan kembang api,” kata pihak kepolisian, dikutip ITV News.

Aparat kemudian membubarkan massa dan membuka kembali akses jalan sekitar pukul 01.00 dini hari setelah menangkap empat orang dengan dugaan terlibat kerusuhan yang disertai kekerasan. Met Pol menegaskan bahwa mereka tidak akan mentolerir gangguan di jalan ataupun serangan terhadap petugas, sehingga kehadiran polisi tetap dipertahankan di area tersebut sepanjang malam sembari meninjau rekaman CCTV serta video di media sosial.

2. Reaksi otoritas setempat dan rembetan aksi ke Belanda

ilustrasi kericuhan saat demo (pexels.com/mermoz lionel)

Rekaman video kerusuhan di Edgware Road yang memperlihatkan kembang api serta benda tumpul dilemparkan ke arah petugas memicu reaksi dari Pemimpin Westminster City Council, Paul Swaddle. Ia mengaku sangat terganggu dan mengutuk tindakan anarkis tersebut, sembari mengimbau seluruh penggemar sepak bola untuk tetap saling menghormati selama turnamen berlangsung.

Sementara itu, gelombang aksi serupa juga menjalar ke Belanda. Berdasarkan laporan The National News, pendukung Maroko memenuhi jalan-jalan utama di Amsterdam, Rotterdam, Den Haag, dan Utrecht, di mana sebagian di antaranya terlihat membawa bendera Palestina. Kondisi yang memanas di empat kota tersebut memaksa polisi anti-huru-hara turun tangan untuk membubarkan kerumunan massa.

3. Situasi di kota-kota Eropa lainnya

ilustrasi kericuhan saat demo (pexels.com/Joel Santos)

Di Den Haag, 4 perusuh diamankan setelah melempar botol kaca ke arah polisi. Di Rotterdam, ratusan orang masih bertahan di jalan meski pemimpin komunitas setempat telah meminta mereka pulang. Sementara di Amsterdam, pihak kepolisian menyampaikan suasana pertandingan awalnya berlangsung meriah, namun situasi berubah setelah sebagian kecil pendukung bertahan dan melemparkan kembang api ke petugas, sehingga empat orang ditangkap.

Kondisi berbeda terjadi di Paris, Prancis. Pendukung Prancis dan Maroko justru terlihat merayakan berakhirnya pertandingan bersama di kawasan Champs-Elysees dengan membunyikan klakson kendaraan tanpa ada laporan kekerasan. Meski demikian, Otoritas Prancis tetap bersiaga dengan menyiagakan lebih dari 20 ribu personel polisi di seluruh negeri, termasuk 8 ribu personel di ibu kota.

Secara terpisah, Unit Kepolisian Sepak Bola Inggris (UKFPU) mencatat terdapat 223 insiden lain yang berkaitan dengan pertandingan Inggris melawan Meksiko, yang berlangsung pada awal pekan sebelum laga ini terjadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article