Jakarta, IDN Times - Maskapai penerbangan asal Belanda, KLM, mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan melanjutkan penerbangan ke ibu kota Israel, Tel Aviv, untuk saat ini. Situasi keamanan di Timur Tengah dan kekhawatiran tentang kelayakan operasional menjadi alasan penangguhan tersebut.
"Kami terus memantau situasi dengan cermat. Segera setelah aman dan bertanggung jawab untuk melakukannya, kami bertujuan untuk kembali menawarkan koneksi yang andal kepada pelanggan kami secepat mungkin," kata KLM dalam sebuah pernyataan di laman resminya, pada Rabu (28/1/2026).
KLM juga menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi prioritas utama.
