Jakarta, IDN Times - Berita kecelakaan kereta di Bekasi Timur turut dilaporkan media-media asing. Laman Al Jazeera, Selasa (28/4/2026) melaporkan, sebanyak 14 orang dipastikan tewas dan lebih dari 80 luka-luka dalam tabrakan yang melibatkan dua kereta api.
Mereka melaporkan, petugas penyelamat terus berupaya membebaskan penumpang yang terjebak di dalam gerbong. Kecelakaan pada Senin malam itu terjadi di stasiun kereta api kota Bekasi, yang berbatasan dengan Jakarta, antara commuter line (KRL) dan kereta api jarak jauh.
Kantor berita Reuters juga mengutip pernyataan juru bicara operator commuter line, Karina Amanda yang mengatakan, “Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08:45 WIB (01:45 GMT), 14 orang telah dipastikan meninggal dunia.”
“Sebanyak 84 orang lainnya telah menerima perawatan di rumah sakit,” tambahnya.
Sementara itu, Channel News Asia memberitakan, petugas darurat aktif bekerja di lokasi kejadian untuk membebaskan orang-orang yang masih terjebak di dalam gerbong yang tertabrak. Mereka mengutip pernyataan Mohammad Syafii, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) Indonesia.
Syafii mengatakan, upaya penyelamatan mereka yang masih terjebak di reruntuhan dipersulit oleh ruang terbatas yang dihadapi tim penyelamat dan kerusakan parah pada gerbong kereta.
Sementara itu, kantor berita Turki, Anadolu Agency juga turut memberitakan kecelakaan ini. Berdasarkan laporan di lokasi kecelakaan, tim penyelamat menggunakan peralatan ekstrikasi berat untuk memotong kerangka rangkaian KRL untuk membebaskan penumpang yang terimpit.
