Jakarta, IDN Times – Pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei baru digelar lebih dari empat bulan setelah ia tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026. Penundaan tersebut menjadi sorotan karena dalam tradisi Islam, jenazah umumnya dimakamkan sesegera mungkin setelah meninggal dunia.
Muncul berbagai spekulasi mengenai alasan di balik penundaan itu, termasuk rumor jenazah Khamenei sempat dimakamkan secara sementara. Namun, pemerintah Iran membantah kabar tersebut dan menegaskan penundaan terjadi akibat situasi perang yang masih berlangsung antara Iran dengan AS dan Israel.
Menurut otoritas Iran, kondisi keamanan selama perang membuat prosesi pemakaman negara tidak memungkinkan untuk diselenggarakan. Setelah konflik mereda dan kedua pihak menyepakati penghentian sementara perang melalui nota kesepahaman, Iran mulai mempersiapkan rangkaian penghormatan yang berlangsung selama sepekan.
Pemakaman Khamenei pun dirancang sebagai salah satu prosesi kenegaraan terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran. Selain dihadiri jutaan warga, upacara tersebut juga diikuti puluhan pemimpin dan delegasi asing dari berbagai negara.
