Dalam keterangannya kepada Asian News Internasional (ANI), Kamis (2/7/2026), Elahi menjelaskan, terlalu berbahaya bagi Mojtaba jika dirinya menghadiri pemakaman Khamenei. Oleh karena itu, Mojtaba memutuskan untuk tidak datang ke pemakaman sang ayah dan hanya memantaunya dari jauh.
Mojtaba Khamenei Dipastikan Tak Hadir di Pemakaman Ayahnya

- Mojtaba Khamenei dipastikan tidak hadir di pemakaman ayahnya karena alasan keamanan terkait ancaman dari Amerika Serikat dan Israel.
- Keinginan Mojtaba untuk memimpin salat jenazah ayahnya batal setelah pihak keamanan melarang kehadirannya demi keselamatan.
- Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei digelar di Teheran dengan jutaan pelayat, sebelum jasadnya dimakamkan di Mashhad setelah dibawa ke Najaf dan Karbala.
Jakarta, IDN Times - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dipastikan tidak akan menghadiri upacara pemakaman sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei. Berdasarkan keterangan perwakilan Mojtaba di India, Ayatollah Hakim Elahi, hal ini karena Mojtaba masih harus berlindung dari ancaman serangan Amerika Serikat dan Israel.
1. Mojtaba sebetulnya sangat ingin datang ke pemakaman ayahnya

Menurut Elahi, Mojtaba sebetulnya sangat ingin datang ke upacara pemakaman Khamenei. Bahkan, ia juga sangat ingin memimpin salat jenazah sebagai penghormatan terakhirnya kepada sang ayah. Sayangnya, alasan keamanan memaksa Mojtaba untuk membatalkan semua niat tersebut.
“Saya berada di Iran minggu lalu dan saya mengunjungi beberapa teman saya yang bertemu dengannya (Mojtaba Khamenei). Mereka mengatakan, dia ingin keluar. Dia bahkan ingin memimpin orang-orang dalam salat karena kita harus berdoa di atas jenazah Ayatollah Ali Khamenei. Namun, pihak keamanan tidak mengizinkannya datang,” kata Elahi, seperti dilansir Iran International.
2. Belum diketahui siapa yang akan memimpin salat jenazah Khamenei

Hingga saat ini, belum diketahui siapa yang akan memimpin salat jenazah Khamenei. Menurut Elahi, Mojtaba juga tidak menjelaskan lebih lanjut perihal tersebut. Namun, yang jelas, salat jenazah akan dilaksanakan di Ibu Kota Iran, Teheran.
“Tidak. Beliau tidak menyebutkan siapa pun untuk memimpin salat dan sebenarnya jika kondisinya memungkinkan, pemimpin tertinggi yang barulah yang akan memimpin umat untuk melakukan salat dan doa,” lanjut Elahi.
3. Pemakaman Khamenei bakal digelar pekan depan

Upacara pemakaman Khamenei sendiri bakal segera digelar di Teheran, Sabtu (4/7/2026) pekan ini. Diperkirakan akan ada 15 sampai 20 juta pelayat yang menghadiri upacara pemakaman eks Pemimpin Tertinggi Iran tersebut. Namun, semua kegiatan yang dilakukan di Teheran hanyalah upacara pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Khamenei dan keluarganya saja.
Setelah upacara di Teheran selesai, jasad Khamenei akan dibawa ke dua kota suci yang ada di Irak, yakni Najaf dan Karbala. Kemudian, Khamenei akan dibawa lagi ke tempat kelahirannya di Kota Mashhad, Iran, untuk dimakamkan di sana pada Kamis (9/7/2026) pekan depan.

















