Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menhan AS Umumkan Pemangkasan 20 Persen Jenderal dan Laksamana
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth (Pete Hegseth, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan pemangkasan 20 persen jenderal dan laksamana hingga 1 Januari 2027, mencakup pemecatan perwira aktif serta pengurangan kuota jabatan.
  • Kebijakan terhadap sekitar 800 jabatan perwira tinggi ini disebut sebagai akuntabilitas untuk merampingkan birokrasi, tetapi dikritik sejumlah senator sebagai pembersihan yang berisiko melemahkan kepemimpinan militer.
  • Pentagon juga membentuk Komando Perang Otonom, meluncurkan Project Meridian selama 120 hari, merencanakan pangkalan baru, dan menggandeng lima kampus untuk membentuk korps kadet.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengumumkan militer AS akan memangkas 20 persen jenderal dan laksamana hingga 1 Januari 2027. Pengumuman restrukturisasi ini disampaikan dalam pidato tahunan State of the Force di Pangkalan Korps Marinir Quantico, Virginia, Rabu (30/9/2026) waktu setempat.

Pengurangan jajaran perwira tinggi tersebut akan ditempuh melalui pemecatan langsung maupun pemangkasan alokasi jabatan. Hegseth menyatakan langkah ini bertujuan menghapus struktur yang dinilai berlebihan serta merampingkan lapisan birokrasi kepemimpinan militer AS.

1. Alasan pemangkasan dan perombakan struktur militer

ilustrasi kamp militer (pexels.com/Get Lost Mike)

Hegseth memerintahkan seluruh matra angkatan bersenjata menggandakan target pengurangan dari arahan sebelumnya yang menargetkan pemangkasan 10 persen. Dilansir CBS News, ia merinci bahwa total pemotongan 20 persen mencakup pemecatan 10 persen perwira tinggi aktif serta pemangkasan 10 persen kuota jabatan perwira tinggi. Persentase pemangkasan tersebut diberlakukan terhadap total sekitar 800 jabatan perwira tinggi di jajaran militer.

Hegseth menegaskan bahwa pengurangan posisi tersebut merupakan bentuk akuntabilitas kepemimpinan. "Sekarang media menyebutnya pembersihan. Saya menyebutnya akuntabilitas dan sudah lama tertunda," ujar Hegseth. Restrukturisasi ini berjalan seiring langkah peninjauan unit tempur darat personel militer perempuan, penapisan testosteron bagi prajurit laki-laki, serta penghapusan program keberagaman.

2. Kritik parlemen atas pemecatan perwira tinggi

Gedung Kapitol (pexels.com/Ivan Dražić)

Langkah pemangkasan perwira militer tersebut langsung memicu reaksi keras dari sejumlah anggota Kongres AS di Capitol Hill. Dilansir TRT World, beberapa senator mengkritik perombakan agresif tersebut dan menggambarkannya sebagai tindakan pembersihan kelembagaan militer. Pemerintah AS sebelumnya telah memberhentikan lebih dari 24 komandan tinggi yang sebagian besar pemecatannya dikaitkan dengan dukungan terhadap inisiatif keberagaman.

Senator Partai Demokrat Mark Kelly mengecam keras kebijakan pemecatan jajaran perwira senior tersebut. "Dia sedang membersihkan generasi para pemimpin militer yang hebat, dan akan butuh satu generasi untuk pulih dari hal itu," kata Kelly. Sementara itu, anggota Komite Angkatan Bersenjata dari Partai Republik Mike Rounds bersikap hati-hati dan menyatakan ingin melihat rincian rencana tersebut sebelum menilai keabsahan pemangkasan perwira tinggi.

3. Pembentukan komando tempur otonom dan inisiatif baru

Pentagon, Markas Besar Departemen Pertahanan AS (Touch Of Light, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Selain memangkas jabatan perwira tinggi, Pentagon mengumumkan pembentukan Komando Perang Otonom bintang empat guna memperluas kapabilitas robotik militer. Hegseth juga mengumumkan Project Meridian, sebuah inisiatif berdurasi 120 hari untuk mengkaji masa depan peperangan. Proyek pengkajian strategis tersebut dipimpin oleh miliarder Elon Musk, mantan Ketua DPR AS Newt Gingrich, dan pendiri firma teknologi pertahanan Anduril, Palmer Luckey.

Departemen Pertahanan AS turut merencanakan pembangunan pangkalan militer baru sebagai pusat operasi pertahanan terpadu dan kapabilitas siber. Pentagon juga bermitra dengan lima institusi pendidikan tinggi, yaitu Louisiana State University, Liberty University, Tuskegee University, Mississippi State University, dan Hillsdale College. Melalui kemitraan ini, korps kadet baru akan dibentuk di kampus-kampus tersebut dan para mahasiswanya memperoleh prioritas pengangkatan perwira militer.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article