Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menhan Israel ke Ketua Hizbullah: Anda Akan Masuk Neraka Bersama Iran
potret Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz (commons.wikimedia.org/Itzhak Harari )
  • Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengirim ultimatum keras kepada Ketua Hizbullah Naim Qassem, menegaskan kematiannya sudah dekat dan menyebutnya akan masuk neraka bersama para pemimpin Iran dan Hamas.

  • Katz menegaskan Israel akan terus menyerang Hizbullah dan Lebanon selatan hingga menang, bahkan berencana membentuk zona penyangga di wilayah tersebut untuk menghadapi ancaman dari Iran.

  • Serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari seribu orang, melukai ribuan lainnya, serta merusak puluhan rumah sakit yang menyebabkan lumpuhnya layanan kesehatan dan gelombang pengungsian besar-besaran.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memberikan pesan ultimatum kepada Ketua Hizbullah Lebanon, Naim Qassem. Pesan tersebut termuat dalam sebuah video yang dirilis pada Kamis (2/4/2026).

Dalam video tersebut, Katz mengatakan kematian Qassem sudah dekat. Katz juga mengatakan, setelah Qassem tewas, ia akan masuk neraka bersama para pemimpin Iran, pemimpin Hamas, dan pemimpin Hizbullah lainnya yang sudah tewas akibat serangan Israel pada 2024. 

“Anda tidak akan bisa melihat (harga yang mahal) karena Anda akan berada di dasar neraka bersama (Hasan) Nasrallah, (Ayatollah Ali) Khamenei, (Yahya) Sinwar, dan semua anggota poros kejahatan (Iran) yang telah disingkirkan. Namun, organisasi teroris Hizbullah yang sekarang Anda pimpin dan para pendukungnya di Lebanon akan membayar harga yang paling mahal (karena telah menyerang Israel),” ujar Katz, seperti dilansir Jerusalem Post.

1. Serangan dari Hizbullah tidak akan mempan bagi Israel

potret pasukan milisi Hizbullah (tasnimnews.ir/Tasnim News Agency reporter via commons.wikimedia.org/Tasnim News Agency reporter)

Dalam video tersebut, Katz menjelaskan, serangan balasan yang dilakukan Hizbullah ke Israel sejauh ini tidak akan membuat mereka mundur. Sebab, Israel tetap akan menyerang Hizbullah dan Lebanon sampai mereka menang. Terlebih, Israel kini juga berencana menguasai wilayah Lebanon selatan agar bisa dijadikan daerah penyangga (buffer zone) untuk bertahan dari serangan Iran.   

“Para pendukung Anda di Iran telah dihancurkan. Tidak akan berguna bagi Anda (Naim Qassem) untuk melawan kekuatan, keberanian, dan komitmen tentara IDF untuk membawa keamanan ke Utara,” kata Katz. 

“Kami akan membersihkan Hizbullah dan para pendukungnya dari Lebanon selatan dengan kendali keamanan IDF atas seluruh wilayah Litani. Kami juga akan mencabut 'gigi ular' Hizbullah di seluruh Lebanon,” lanjutnya. 

2. Israel masih menyerang Lebanon hingga kini

ilustrasi serangan (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Hingga saat ini, Israel masih menyerang Lebanon. Terbaru, Israel dilaporkan mulai membasmi rumah-rumah di kawasan permukiman Hizbullah yang terletak di Lebanon selatan. Kabar tersebut disampaikan oleh pasukan militer Israel (IDF) pada Rabu (1/4/2026).

IDF menjelaskan, langkah ini dilakukan karena Hizbullah kerap menggunakan rumah-rumah di permukiman tersebut untuk melakukan tindakan yang mengancam Israel. Menurut IDF, rumah-rumah di permukiman itu kerap digunakan Hizbullah untuk meluncurkan serangan rudal anti-tank kepada mereka. 

"Kami telah memerintahkan percepatan penghancuran rumah-rumah warga Lebanon di desa-desa garis kontak untuk menetralisir ancaman terhadap komunitas Israel, sesuai dengan model Beit Hanun dan Rafah di Gaza," kata Katz. 

3. Serangan Israel di Lebanon telah memakan banyak korban jiwa

ilustrasi korban jiwa (pexels.com/Brett Sayles)

Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan setidaknya 1.268 orang. Sementara itu, 3.750 orang lainnya mengalami luka-luka. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, jumlah tersebut bisa meningkat jika Israel terus menyerang. 

Selain itu, jutaan warga Lebanon lainnya juga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari serangan Israel. Sebagian warga mengungsi di dalam negeri. Namun, sebagian lainnya memilih mengungsi di negara-negara tetangga. 

Di sisi lain, serangan Israel juga telah membuat sekitar sembilan rumah sakit di Lebanon rusak. Sementara itu, 50 rumah sakit lainnya terpaksa tutup karena mengalami kerusakan yang sangat parah akibat diserang Israel. Ini membuat sebagian besar fasilitas layanan kesehatan di Lebanon lumpuh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team