Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hizbullah Gempur Israel dengan 130 Rudal

Hizbullah Gempur Israel dengan 130 Rudal
potret pasukan milisi Hizbullah (tasnimnews.ir/Tasnim News Agency reporter via commons.wikimedia.org/Tasnim News Agency reporter)
Intinya Sih
  • Hizbullah meluncurkan 130 rudal ke wilayah utara Israel, menyerang beberapa kota saat warga merayakan paskah dan menyebabkan empat orang luka ringan serta kerusakan bangunan.
  • Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengecam keras serangan Hizbullah dan mengancam pemimpin kelompok itu, Naim Qassem, sambil menegaskan bahwa Lebanon akan menanggung konsekuensi besar.
  • Serangan Hizbullah disebut sebagai balasan atas operasi militer Israel yang sebelumnya menghantam fasilitas dan menewaskan puluhan petinggi Hizbullah di Lebanon selatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Hizbullah dilaporkan menyerang wilayah utara Israel menggunakan 130 rudal pada Rabu (1/4/2026) dan Kamis (2/4/2026). Serangan itu dilakukan di Kota Haifa, Nahariya, Kiryat Shmona, Bi’ina, dan di permukiman Kibbutz Ma’ayan Baruch di saat warga sedang merayakan festival paskah.   

Imbas serangan ini, empat orang laki-laki dikabarkan mengalami luka ringan. Sebanyak 2 orang yang terluka berasal dari Kiryat Shmona, sedangkan 2 orang lainnya berasal Bi’ina. Mereka saat ini sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari serangan lanjutan dari Hizbullah. 

Selain menimbulkan korban luka, serangan Hizbullah juga membuat sejumlah bangunan di sejumlah lokasi rusak. Beberapa bangunan yang rusak imbas serangan ini adalah sebuah tempat penitipan anak di Nahariya dan restoran McDonald di dekat permukiman Kibbutz Ma’ayan Baruch.

1. Menteri Pertahanan Israel mengecam serangan Hizbullah

Israel Katz sedang menghadiri pertemuan.
potret Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz (commons.wikimedia.org/Itzhak Harari )

Serangan yang dilakukan Hizbullah ini menuai kecaman dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Dalam pernyataannya, ia mengancam Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, akan segera tewas. Katz juga mengatakan, setelah Qassem tewas, ia akan masuk neraka bersama para pemimpin Iran, pemimpin Hamas, dan pemimpin Hizbullah lainnya yang sudah lebih dulu tewas. 

“Anda tidak akan bisa melihat (harga yang mahal) karena Anda akan berada di dasar neraka bersama (Hasan) Nasrallah, (Ayatollah Ali) Khamenei, (Yahya) Sinwar, dan semua anggota poros kejahatan (Iran) yang telah disingkirkan,” ujar Katz dalam sebuah video singkat, seperti dilansir Jerusalem Post.

“Namun, organisasi teroris Hizbullah yang sekarang Anda pimpin dan para pendukungnya di Lebanon akan membayar harga yang paling mahal (karena telah menyerang Israel),” lanjutnya.

2. Serangan dari Hizbullah tidak akan mempan bagi Israel

Ledakan terjadi di tengah kota.
ilustrasi serangan (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Dalam video tersebut, Katz juga menjelaskan, serangan balasan yang dilakukan Hizbullah ke Israel tidak akan membuat mereka mundur. Sebab, Israel tetap akan menyerang Hizbullah dan Lebanon sampai mereka menang. Terlebih, Israel kini juga berencana menguasai wilayah Lebanon selatan agar bisa dijadikan daerah penyangga (buffer zone) untuk bertahan dari serangan Iran.   

“Para pendukung Anda di Iran telah dihancurkan. Tidak akan berguna bagi Anda (Naim Qassem) untuk melawan kekuatan, keberanian, dan komitmen tentara IDF untuk membawa keamanan ke Utara,” kata Katz. 

“Kami akan membersihkan Hizbullah dan para pendukungnya dari Lebanon selatan dengan kendali keamanan IDF atas seluruh wilayah Litani. Kami juga akan mencabut 'gigi ular' Hizbullah di seluruh Lebanon,” lanjutnya.  

3. Serangan dilakukan Hizbullah untuk membalas Israel

Bendera Israel sedang berkibar.
potret bendera Israel (pexels.com/Andrew Patrick Photo)

Serangan Hizbullah ini dilakukan untuk membalas Israel. Sebab, pasukan militer Israel (IDF) sebelumnya juga sudah menyerang pusat komando, gudang senjata, dan mesin peluncur roket Hizbullah yang ada di Lebanon pada Rabu dan Kamis. Dalam serangan tersebut, IDF mengklaim berhasil membunuh lebih dari 40 petinggi Hizbullah. 

Pada Rabu lalu, Israel juga dilaporkan mulai menghancurkan rumah-rumah di kawasan permukiman Hizbullah yang terletak di Lebanon selatan. IDF menjelaskan, langkah ini dilakukan karena Hizbullah kerap menggunakan rumah-rumah di permukiman tersebut untuk melakukan serangan rudal anti-tank kepada mereka. 

"Kami telah memerintahkan percepatan penghancuran rumah-rumah warga Lebanon di desa-desa garis kontak untuk menetralisir ancaman terhadap komunitas Israel, sesuai dengan model Beit Hanun dan Rafah di Gaza," kata Katz. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More