Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

18 Negara Eropa Desak Israel Setop Serang Lebanon

18 Negara Eropa Desak Israel Setop Serang Lebanon
potret bendera negara-negara Eropa (unsplash.com/Antoine Schibler)
Intinya Sih
  • Sebanyak 18 negara Eropa mendesak Israel menghentikan serangan ke Lebanon dan meminta Hizbullah juga berhenti menyerang demi mencegah meningkatnya korban jiwa.
  • Israel mulai menyerang Lebanon sejak awal Maret 2026 dengan target Hizbullah, namun serangan turut menewaskan lebih dari seribu warga sipil dan merusak fasilitas publik.
  • Hizbullah membalas dengan meluncurkan sekitar 130 rudal ke beberapa kota di Israel selatan, menyebabkan empat orang terluka dan memicu kekhawatiran eskalasi konflik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Sebanyak 18 negara Eropa mendesak Israel untuk menghentikan serangan terhadap Lebanon. Sebab, serangan Israel ke Lebanon yang ditujukan ke Hizbullah kini sudah memakan banyak korban jiwa. Selain itu, serangan Israel ke Lebanon juga telah melanggar hukum internasional karena telah mengganggu kedaulatan negara tersebut.  

Meski begitu, negara-negara Eropa juga mendesak Hizbullah untuk berhenti melakukan serangan ke Israel. Sebab, jika keduanya masih saling serang, perang akan berjalan alot sehingga korban jiwa bisa makin bertambah. 

"Operasi militer Israel di Lebanon dan serangan Hizbullah harus dihentikan. Kami mendesak Israel untuk sepenuhnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon. Kami juga menyerukan kepada semua pihak, baik Hizbullah maupun Israel, untuk menghentikan aksi militer," bunyi pernyataan resmi menteri luar negeri 18 negara Eropa yang dirilis pada Kamis (2/4/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.

1. Israel sudah menyerang Lebanon sejak awal Maret 2026

IDF sedang bertugas di lapangan.
potret pasukan militer Israel (IDF) (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)

Israel sendiri mulai menyerang Lebanon sejak 2 Maret 2026. Awalnya, Israel menyerang Lebanon untuk membasmi milisi Hizbullah yang bermarkas di Beirut. Sebab, mereka telah membantu Iran untuk berperang melawan AS dan Israel.

Sayangnya, dalam praktiknya, serangan Israel rupanya juga mengenai warga dan berbagai fasilitas publik yang ada di Lebanon. Hal ini membuat banyak korban berjatuhan dan fasilitas publik ikut hancur. 

Sejauh ini, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan hampir 1,318 orang. Sementara itu, 3.935 orang lainnya mengalami luka-luka. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, jumlah tersebut bisa meningkat jika Israel terus menyerang. 

2. Israel masih menyerang Lebanon hingga kini

IDF sedang bertugas serangan.
potret pasukan militer Israel (IDF) (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)

Hingga saat ini, Israel masih menyerang Lebanon. Terbaru, Israel dilaporkan mulai membasmi rumah-rumah di kawasan permukiman Hizbullah yang terletak di Lebanon selatan. Kabar tersebut disampaikan oleh pasukan militer Israel (IDF) pada Rabu (1/4/2026).

Dalam pernyataannya, IDF menjelaskan, langkah ini dilakukan karena Hizbullah kerap menggunakan rumah-rumah di permukiman tersebut untuk meluncurkan serangan rudal anti-tank kepada mereka. 

"Kami telah memerintahkan percepatan penghancuran rumah-rumah warga Lebanon di desa-desa garis kontak untuk menetralisir ancaman terhadap komunitas Israel, sesuai dengan model Beit Hanun dan Rafah di Gaza," kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dilansir Jerusalem Post

3. Hizbullah juga melancarkan serangan balasan ke Israel

Pasukan milisi Hizbullah sedang berlatih.
potret pasukan milisi Hizbullah (tasnimnews.ir/Tasnim News Agency reporter via commons.wikimedia.org/Tasnim News Agency reporter)

Dalam menghadapi serangan Israel, Hizbullah tidak mau tinggal diam. Pada pada Rabu (1/4/2026) dan Kamis (2/4/2026), milisi tersebut dilaporkan menyerang sejumlah kota di Israel selatan menggunakan 130 rudal. Serangan itu dilakukan di Kota Haifa, Nahariya, Kiryat Shmona, Bi’ina, dan di permukiman Kibbutz Ma’ayan Baruch ketika warga sedang merayakan festival paskah.    

Imbas serangan ini, empat orang laki-laki dikabarkan mengalami luka ringan. Sebanyak 2 orang yang terluka berasal dari Kiryat Shmona, sedangkan 2 orang lainnya berasal Bi’ina. Mereka saat ini sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari serangan lanjutan dari Hizbullah. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More