Ilustrasi bendera Amerika Serikat (kiri) dan bendera China. (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
Asahi Shimbun melaporkan, Trump direncanakan mengunjungi China selama dua hari mulai Kamis (14/5/2026). Presiden AS tersebut dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu, dan akan menjadi kunjungan pertamanya ke China sejak 2017.
Para pemimpin dari dua ekonomi terbesar di dunia akan mengadakan pembicaraan tatap muka pertama mereka dalam lebih dari enam bulan. Langkah ini untuk menstabilkan hubungan yang tegang akibat perdagangan, perang AS-Israel dengan Iran, dan isu perselisihan lainnya.
Trump-Xi dijadwalkan bertemu untuk membahas normalisasi hubungan dagang dan stabilitas keamanan global. Fokus utama pertemuan ini adalah pembentukan Dewan Perdagangan dan Investasi baru. Serta, komitmen Beijing untuk meningkatkan pembelian produk pesawat Boeing, pertanian, dan energi AS.
Pejabat AS menyatakan bahwa kedua pemimpin kemungkinan akan mengumumkan forum fasilitasi investasi bersama. Selain itu, agenda krusial lainnya adalah perpanjangan gencatan senjata perang dagang, guna menjamin kelancaran pasokan mineral langka dari China ke AS.
"Kesepakatan musim gugur lalu masih berlaku. Kami yakin perpanjangan akan diumumkan pada waktu yang tepat," kata seorang pejabat senior AS.
Pernyataan ini merujuk pada pertemuan pada Oktober lalu, terkait jeda perang dagang yang disepakati di Korsel. Sejak Mahkamah Agung AS membatalkan wewenang Trump atas sejumlah tarif impor di seluruh dunia pada Februari, Presiden AS tersebut berjanji akan mencari jalur hukum lain untuk memberlakukan kembali bea masuk tertentu.