Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menlu Australia Temui Menlu RI, Bahas Kelanjutan Traktat Jakarta
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong (Department of Foreign Affairs and Trade, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Penny Wong akan bertemu Arrmanatha Christiawan Nasir di Jakarta untuk membahas kelanjutan implementasi Traktat Jakarta.

  • Australia juga membahas dukungan pembangunan ekonomi Indonesia melalui fase baru Prospera bersama sejumlah menteri.

  • Kunjungan ini menegaskan upaya memperkuat kepercayaan, kemitraan, dan kerja sama bilateral Australia-Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Awal 2026

Traktat Jakarta ditandatangani oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Presiden Prabowo Subianto.

21 Oktober 2026

Penny Wong menyatakan akan berkunjung ke Jakarta dan bertemu Arrmanatha Christiawan Nasir untuk membahas kelanjutan implementasi Traktat Jakarta.

kini

Sugiono menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan setelah Arrmanatha dilantik sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Penny Wong akan bertemu Menteri Luar Negeri Indonesia untuk membahas implementasi Traktat Jakarta dan kerja sama bilateral.
  • Who?
    Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dan Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Christiawan Nasir.
  • Where?
    Jakarta, Indonesia.
  • When?
    Rabu, 21 Oktober 2026, dalam kunjungan Wong ke Jakarta.
  • Why?
    Untuk membahas kelanjutan Traktat Jakarta, hubungan bilateral, serta dukungan Australia terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.
  • How?
    Melalui pertemuan dengan Arrmanatha dan sejumlah pejabat Indonesia, termasuk pembahasan fase baru Prospera.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penny Wong dari Australia mau bertemu Arrmanatha, Menteri Luar Negeri Indonesia, di Jakarta. Mereka akan membicarakan Traktat Jakarta dan kerja sama ekonomi. Wong juga bertemu beberapa menteri lain untuk membahas program Prospera. Sekarang, kedua negara ingin tetap berteman dan bekerja sama dengan baik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kunjungan Penny Wong membuka ruang bagi Indonesia dan Australia untuk melanjutkan kerja sama yang telah dibangun atas dasar kepercayaan, persahabatan, dan rasa hormat. Pembahasan Traktat Jakarta serta fase baru Prospera menunjukkan adanya agenda bilateral di bidang hubungan kawasan dan pembangunan ekonomi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong akan berkunjung ke Jakarta untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia yang baru dilantik, Arrmanatha Christiawan Nasir. Kunjungan ini menjadi momentum bagi kedua negara membahas kelanjutan kerja sama bilateral, termasuk implementasi Traktat Jakarta.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui situs resmi Kementerian Luar Negeri Australia, Wong menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra penting bagi negaranya. Ia juga menyoroti hubungan kedua negara yang dibangun atas dasar kepercayaan, persahabatan, dan komitmen untuk menjaga stabilitas kawasan.

“Tidak ada mitra yang lebih penting bagi Australia selain Indonesia,” kata Wong dalam pernyataannya, Rabu (21/10/2026).

Wong mengatakan, kunjungannya akan mencakup pembahasan mengenai implementasi Traktat Jakarta yang ditandatangani Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Presiden Prabowo Subianto pada awal 2026.

Selain agenda diplomatik, ia juga akan bertemu dengan sejumlah pejabat Indonesia untuk membahas kerja sama pembangunan ekonomi.

1. Penny Wong bahas kelanjutan Traktat Jakarta

Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong. (x.com/@SenatorWong)

Wong mengatakan Traktat Jakarta mencerminkan kedalaman kepercayaan dan persahabatan antara Indonesia dan Australia. Menurutnya, kedua negara memiliki komitmen bersama untuk bekerja sama demi menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.

“Traktat Jakarta, yang ditandatangani awal tahun ini oleh Perdana Menteri Albanese dan Presiden Prabowo, mencerminkan dalamnya kepercayaan dan persahabatan antara kedua negara kita serta komitmen bersama untuk bekerja sama demi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan kita,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wong berharap dapat berdiskusi dengan Arrmanatha mengenai langkah-langkah untuk melanjutkan implementasi traktat tersebut. Ia juga ingin memastikan semangat kemitraan yang mendasari kesepakatan itu tercermin dalam berbagai aspek hubungan bilateral.

“Saya menantikan kesempatan untuk berdiskusi dengan Menteri Nasir mengenai bagaimana kita dapat terus melanjutkan implementasi Traktat tersebut, serta menghadirkan semangat kepercayaan dan kemitraannya dalam setiap aspek hubungan kita,” kata Wong.

2. Australia bahas dukungan terhadap pembangunan ekonomi RI

Menlu Australia Penny Wong (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Selain bertemu dengan Menlu Arrmanatha, Wong dijadwalkan bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sugiono. Pertemuan tersebut akan membahas dukungan Australia terhadap prioritas pembangunan ekonomi Indonesia.

Wong juga akan meluncurkan fase baru Australia–Indonesia Partnership for Economic Development (Prospera), program kemitraan untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang memasuki tahap sepuluh tahun mendatang.

Peluncuran tersebut akan dilakukan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Menurut Wong, kerja sama pembangunan ekonomi antara Australia dan Indonesia telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade. Tahap berikutnya dari Prospera menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk melanjutkan kemitraan tersebut.

“Selama lebih dari tiga dekade, Australia dan Indonesia telah bekerja sama untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia, dan tahap berikutnya dari Prospera mencerminkan komitmen kita untuk terus melanjutkan upaya tersebut,” ujarnya.

3. Australia ingin memperkuat fondasi hubungan bilateral

Menlu Sugiono dengan Menlu Australia Penny Wong dalam kegiatan penandatanganan Deklarasi Perlindungan Pekerja Kemanusiaan. (IDN Times/Marcheilla Ariesta).

Wong menegaskan, hubungan Australia dan Indonesia dibangun atas dasar kepercayaan, rasa hormat, dan kemitraan. Menurutnya, fondasi tersebut akan terus diperkuat untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang.

“Kita akan terus memperkuat fondasi tersebut untuk meningkatkan kerja sama dan membentuk masa depan kita bersama,” kata Wong.

Kunjungan ini berlangsung setelah Arrmanatha Christiawan Nasir dilantik sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia menggantikan Sugiono yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Pertemuan Wong dan Arrmanatha menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk membahas arah hubungan bilateral di bawah kepemimpinan Menlu Indonesia yang baru. Agenda tersebut juga mencakup tindak lanjut Traktat Jakarta dan penguatan kerja sama ekonomi melalui Prospera.

Melalui rangkaian pertemuan tersebut, Australia menegaskan keinginannya untuk mempertahankan hubungan erat dengan Indonesia serta melanjutkan kerja sama yang dinilai penting bagi kepentingan kedua negara dan stabilitas kawasan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article