Keris Woomera, Cara RI-Australia Jaga Keamanan Indo-Pasifik Bersama

Latihan Keris Woomera 2026 melibatkan Indonesia dan Australia untuk memperkuat interoperabilitas, kesiapan, serta kemampuan menghadapi berbagai situasi keamanan.
Latihan berlangsung pada 12–20 Oktober 2026 di sejumlah lokasi dan melibatkan sekitar 2.000 personel dari kedua negara.
Australia mengaitkan keamanan kawasan dengan stabilitas ekonomi, kelancaran perdagangan, kedaulatan negara, dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Situbondo, IDN Times - Australia menilai latihan militer bersama Indonesia melalui Keris Woomera 2026 dapat memperkuat daya tangkal atau deterrence di kawasan Indo-Pasifik. Latihan ini juga ditujukan untuk meningkatkan interoperabilitas, kesiapan, dan kemampuan kedua negara menghadapi berbagai kemungkinan situasi keamanan.
Komandan operasi gabungan Australia, Vice Admiral Justin Jones, mengatakan kerja sama tersebut berangkat dari kepentingan Indonesia dan Australia untuk meningkatkan kemampuan militer masing-masing agar dapat beroperasi bersama.
“Latihan Keris Woomera 2026 ini adalah tentang Indonesia dan Australia, Australian Defence Force dan TNI, serta kerja sama kita untuk memperkuat interoperabilitas, kesiapan, dan kemampuan kita menghadapi berbagai kemungkinan situasi demi kepentingan keamanan kawasan,” kata Jones dalam konferensi pers penutupan Keris Woomera 2026, di Baluran Situbondo, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan setelah latihan gabungan yang berlangsung pada 12–20 Oktober 2026 di sejumlah lokasi, termasuk Jawa Timur, Laut Bali, dan Samudra Hindia bagian utara. Kegiatan ini melibatkan sekitar 2.000 personel dari kedua negara dan mencakup latihan militer dalam berbagai skenario.
Keris Woomera merupakan latihan bilateral yang pertama kali digelar pada 2024. Pada tahun ini, cakupan latihan diperluas dengan melibatkan tiga matra TNI, sementara ADF turut mengerahkan sejumlah kemampuan dan aset yang menurut Jones menjadi bagian baru dalam latihan tersebut.
1. Australia sebut daya tangkal dibangun bersama mitra

Komandan Operasi Gabungan Australia, Vice Admiral Justin Jones dan Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI (Donkodiklat TNI), Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika dalam jumpa pers usai latihan gabungan Keris Woomera di Baluran, Situbondo. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Jones mengatakan peningkatan kemampuan bekerja bersama militer negara mitra dapat berkontribusi pada daya tangkal di kawasan. Menurutnya, kerja sama semacam ini membantu negara-negara membangun kesiapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi.
“Dari situ, bentuk daya tangkal terbaik adalah daya tangkal yang dibangun melalui operasi bersama teman, sekutu, mitra, dan koalisi di kawasan, sekali lagi demi kepentingan kawasan,” ujarnya.
Ia menegaskan, fokus latihan Keris Woomera adalah kerja sama Indonesia dan Australia serta kontribusinya terhadap keamanan regional. Jones tidak menyebut latihan tersebut ditujukan untuk menghadapi negara tertentu.
Dalam sesi tanya jawab, Jones juga menjelaskan bahwa Australia berkepentingan menjaga stabilitas kawasan karena aktivitas ekonominya bergantung pada kondisi keamanan dan kelancaran perdagangan.
2. Stabilitas kawasan berkaitan dengan perdagangan

Aksi live-fire gabungan TNI dan Australian Defense Force (ADF) dalam Keris Woomera di Baluran, Situbondo, Jawa Timur. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Menjawab pertanyaan mengenai apa yang dimaksud dengan tekanan militer atau military coercion di kawasan, Jones mengatakan Australia memandang keamanan regional berkaitan erat dengan stabilitas ekonomi, penghormatan terhadap kedaulatan negara, dan kepatuhan pada hukum internasional.
“Bagi Australia, lebih dari 50 persen perdagangan kami bergerak melalui kawasan ini. Karena itu, kemakmuran ekonomi sangat berkaitan dengan stabilitas, keamanan, dan kawasan yang damai,” kata Jones.
Ia mengatakan Australia menginginkan kawasan tempat negara-negara berdaulat tidak dapat ditekan melalui paksaan serta hukum internasional tetap dihormati. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan militer bersama dengan Indonesia.
“Fokus kami dalam melaksanakan kegiatan seperti ini bersama-sama adalah membangun kapasitas dan kemampuan untuk beroperasi bersama ketika pemerintah masing-masing mungkin membutuhkannya,” ujarnya.
3. Indonesia tetap memiliki kebijakan luar negeri bebas aktif

Upacara penutupan latihan militer gabungan TNI dan Australian Defense Force (ADF), Keris Woomera 2026. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Dalam sesi tanya jawab dengan media, Jones juga ditanya bagaimana Australia memastikan kerja sama pertahanan tersebut tidak menyeret Indonesia ke dalam persaingan kekuatan besar di Asia-Pasifik, mengingat Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif.
Jones tidak memberikan penjelasan terperinci mengenai mekanisme untuk memastikan hal tersebut. Namun, ia menekankan, Keris Woomera berfokus pada kerja sama Indonesia dan Australia, peningkatan interoperabilitas, serta kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan situasi demi keamanan kawasan.
Pernyataan itu menempatkan latihan sebagai bentuk kemitraan bilateral yang, menurut Jones, diarahkan untuk mendukung keamanan regional. Ia juga menekankan pentingnya bekerja bersama negara mitra dalam menjaga kawasan tetap damai dan stabil.
Keris Woomera 2026 menjadi latihan kedua bagi kedua negara setelah pelaksanaan perdana pada 2024. Melalui latihan tersebut, Indonesia dan Australia mengembangkan kemampuan untuk menjalankan kegiatan militer bersama, sembari masing-masing negara tetap memiliki kebijakan dan keputusan sendiri dalam merespons dinamika kawasan.






















