Jakarta, IDN Times - Lebih dari 300 orang dilaporkan tewas dalam 2 bulan terakhir di sebuah penjara yang dikelola oleh pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) di negara bagian Darfur Utara, Sudan. Kematian mereka disebabkan oleh kondisi kesehatan yang memburuk dan kurangnya akses terhadap perawatan medis dasar.
The Popular Resistance, sebuah organisasi sukarelawan di Sudan, mengatakan bahwa buruknya kondisi medis di penjara Shala di wilayah barat daya el-Fasher telah memicu wabah infeksi yang parah, terutama di kalangan warga sipil yang terluka akibat pengeboman.
Penjara tersebut telah berada di bawah kendali RSF sejak akhir Oktober 2025 dan diperkirakan menampung sekitar 9 ribu warga sipil dalam kondisi yang mengenaskan, dilansir dari Sudan Tribune.
