Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Minta Iran Serang LA dan San Diego di AS, Trump Banjir Kecaman
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Matt Johnson via commons.wikimedia.org/Matt Johnson)
  • Donald Trump menyarankan Iran menyerang Los Angeles dan San Diego bila perang berlanjut, dalam kampanye politik di Nebraska menjelang pemilu sela AS.
  • Pernyataan Trump viral dan memicu kecaman Gubernur California Gavin Newsom serta wali kota Los Angeles Karen Bass dan San Diego Todd Gloria.
  • Gedung Putih membela Trump, menyatakan ucapannya menyoroti ancaman kota-kota AS jika Iran bersenjata nuklir tidak dihentikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyarankan Iran untuk menyerang dua kota di AS, yakni Los Angeles (LA) dan San Diego jika perang berlanjut. Pernyataan itu disampaikan saat Trump melakukan kampanye politik menjelang pemilihan umum (pemilu) sela AS di Nebraska pada Senin (5/10/2026). 

"Ini harga yang kecil untuk menjaga keamanan dunia dan menjaga keamanan negara kita. Mereka (Iran) bisa menghancurkan sebuah kota. Biarkan mereka menghancurkan Los Angeles, biarkan mereka menghancurkan San Diego. Ini harga yang sangat kecil untuk dibayar," ujar Trump, seperti dilansir USA Today.  

1. Pernyataan Trump menuai kecaman dari banyak pejabat di AS

Tidak disangka, saran Trump ke Iran untuk menyerang LA dan San Diego tadi menjadi viral. Sebab, pernyataan Trump tadi dengan cepat beredar di media sosial, terutama di X. Pernyataan tersebut lantas menuai kecaman dari banyak pejabat di AS. Salah satunya dari Gubernur California, Gavin Newsom. Dalam pernyataannya, Newsom menyebut Trump "Sudah gila" karena telah menyarankan Teheran menggempur LA dan San Diego. 

"Setelah mengirim Garda Nasional dan Marinir untuk menduduki California, Donald Trump sekarang mengatakan musuh asing kita harus menghancurkan Los Angeles dan San Diego. Dia gila dan berbahaya. Mari kita perjelas. Presiden Trump menganjurkan serangan terhadap lebih dari 10 juta penduduk AS di dua kota terbesar di Amerika. Ini tidak normal. Tidak ada satu pun dari ini yang normal. Kami akan terus mengingatkan masyarakat tentang hal itu setiap hari," ujar Newsom di media sosial X.

2. Wali Kota LA dan San Diego juga ikut mengecam pernyataan Trump

potret Wali Kota Los Angeles, Karen Bass (commons.wikimedia.org/City of Los Angeles)

Selain Newsom, kecaman juga datang langsung dari Wali Kota LA, Karen Bass dan Wali Kota San Diego, Todd Gloria. Bass mengatakan, pernyataan tadi seharusnya tidak disampaikan oleh seorang presiden seperti Trump. Sebab, menurutnya, tugas Trump sebagai pemimpin tertinggi adalah melindungi negara, bukan malah mengancam keamanan negara dengan menyarankan Iran menyerang LA dan San Diego. 

"Presiden Amerika Serikat menyarankan agar pemerintah asing menyerang Los Angeles. Pernyataannya terhadap kota kita berbahaya dan berpotensi membahayakan keselamatan kita. Peran seorang presiden adalah melindungi negara, bukan secara aktif mengancamnya dan mendorong serangan terhadap nyawa warga AS. Dalam menghadapi ancaman yang tidak bertanggung jawab, sebagai warga Los Angeles, kita tahu bagaimana bersatu dan melindungi kota kita," tulis Bass di X.

Di sisi lain, Gloria meminta Trump untuk menjaga ucapannya. Selain itu, Gloria juga meminta Trump untuk jangan pernah menyeret San Diego ke dalam perang antara AS dan Iran. Sebab, ia tidak mau warga tidak berdosa San Diego tewas sia-sia karena menjadi korban serangan brutal Teheran.

3. Gedung Putih membela Trump

potret Gedung Putih (pexels.com/Aaron Kittredge)

Senator California, Adam Chliff, juga mengecam pernyataan Trump yang menyarankan Iran untuk menyerang LA dan San Diego. Menurutnya, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan janji yang sering dilontarkan Trump di media sosial. Sebab, Trump kerap berjanji bahwa perang antara AS dan Iran akan segera usai. Namun, pada kenyataannya, Trump justru malah ingin memperpanjang perang dengan meminta Iran menyerang dua kota strategis di Negeri Paman Sam. 

Meski menuai kecaman banyak pihak, Gedung Putih tetap membela Trump. Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, mengatakan, Trump bukan ingin mengancam keamanan AS, tetapi justru ingin menjaga negara dari ancaman senjata nuklir Iran. Ia juga mengatakan, AS sejauh ini bisa aman dari serangan Iran berkat kinerja Trump.

"Dia jelas-jelas menyatakan bahwa kota-kota AS akan terancam jika Iran yang memiliki senjata nuklir tidak dihentikan. Amerika lebih aman karena Presiden (Trump)," kata Cheung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article