Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Negara Baltik Bantah Perbolehkan Drone Ukraina Lintasi Negaranya
ilustrasi drone (unsplash.com/jeisblack)
  • Negara-negara Baltik menolak tuduhan Rusia bahwa mereka mengizinkan drone Ukraina melintasi wilayahnya, menyebut klaim itu sebagai bagian dari kampanye disinformasi Moskow.
  • Rusia memperingatkan akan membalas negara Baltik yang dianggap membantu Ukraina, sementara Estonia meminta Kyiv tidak menerbangkan drone melalui wilayahnya demi menghindari risiko konflik.
  • Militer Ukraina mengklaim serangan drone berhasil menghancurkan pusat logistik dan fasilitas militer Rusia, sehingga mengurangi ancaman serangan balik dari pihak Moskow.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Negara-negara Baltik, Estonia, Latvia, dan Lithuania, membantah memperbolehkan drone Ukraina melintasi negaranya. Ketiganya menyebut tuduhan tersebut sebagai kampanye disinformasi Rusia

“Kami menolak kampanye disinformasi Rusia kepada negara-negara kami yang tidak memiliki bukti. Negara-negara Baltik tidak pernah memperbolehkan teritori atau wilayah udara kami digunakan oleh Ukraina untuk menyerang Rusia,” ungkapnya, dikutip dari LRT, Sabtu (11/4/2026).

Pada Maret, negara-negara Baltik memprotes terkait masuknya drone Ukraina ke negaranya. Drone asal Ukraina tersebut diduga mengarah ke sejumlah infrastruktur energi Rusia. 

1. Rusia ancam negara Baltik yang perbolehkan masuknya drone Ukraina

Pada Kamis, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia, Maria Zakharova memperingatkan akan membalas  negara-negara Baltik. Sebab, ketiganya disebut sudah memperbolehkan masuknya drone Ukraina untuk menyerang Rusia. 

“Jika negara ketiga memperbolehkan drone musuh terbang di atas wilayahnya, mereka harus paham penuh. Kami yakin mereka melakukannya karena ini berisiko kepada mereka sendiri,” katanya, dilansir Kyiv Post

Pada akhir Maret, sejumlah drone Ukraina memasuki wilayah negara Baltik. Bahkan, salah satu drone Ukraina mengenai cerobong asap pembangkit listrik di Estonia setelah dialihkan oleh sistem pertahanan Rusia. 

2. Estonia minta Ukraina tidak terbangkan drone di negaranya

Kepala Intelijen Militer Estonia, Kolonel Ants Kiviselg merekomendasikan Ukraina tidak menerbangkan drone di negaranya. Ia meminta Ukraina menggunakan koridor lainnya untuk mencapai teritori Rusia. 

“Kami merekomendasikan memilih koridor serangan lainnya sehingga tidak memasuki teritori Estonia. Aktivitas sistem pertahanan Rusia juga menjadi salah satu faktor yang mana drone itu berakhir di sini,” ujarnya, dilansir dari ERR.

Kiviselg menyebut bahwa serangan Ukraina ke Rusia cukup sukses. Serangan itu sudah membuat Rusia rugi besar hingga menunda sementara pengiriman minyak dari terminal di Ust-Luga. 

3. Serangan drone Ukraina hancurkan pusat logistik Rusia

Pada saat yang sama, Ukraina mengumumkan bahwa serangan drone berhasil mengurangi ancaman serangan dari Rusia. Serangan tersebut disebut berhasil menghancurkan sejumlah pusat logistik dan fasilitas militer Rusia. 

Dilansir Ukrinform, militer Ukraina melancarkan serangan drone ke pusat kontrol di Huliaipole dan Novohryhorivka di Zaporizhzhia. Selain itu, Ukraina sudah meluncurkan drone ke Novopetrivka di Donetsk, serta sejumlah titik konsentrasi tentara Rusia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team