Ukraina Desak Israel Jelaskan soal Kapal Gandum Rusia di Haifa

- Ukraina mendesak Israel menjelaskan alasan kapal pengangkut gandum Rusia bisa bersandar di Haifa, karena diduga membawa gandum curian dari wilayah pendudukan Ukraina.
- Pemerintah Ukraina meminta Israel menyita 44 ribu ton gandum yang dibawa kapal Abinsk dan mencegah kasus serupa terjadi lagi di masa depan.
- Presiden Zelenskyy memastikan Mesir menolak impor gandum Rusia dari wilayah okupansi dan memilih bekerja sama dengan Ukraina untuk pasokan pangan serta hubungan militer teknis.
Jakarta, IDN Times - Ukraina mendesak Israel untuk memberikan klarifikasi soal bersandarnya kapal pengangkut gandum Rusia di Haifa. Menurutnya, kapal tersebut mengangkut gandum curian dari wilayah dudukan Ukraina.
“Kami mengkhawatirkan insiden ini dan memperingatkan bahwa pengiriman ini menunjukkan adanya sebuah pelanggaran hukum internasional dan kedaulatan teritorial Ukraina,” ungkap Kedutaan Besar Ukraina di Israel, dikutip dari United24, Jumat (17/4/2026).
Beberapa tahun terakhir, hubungan Ukraina dan Israel renggang di tengah perang dengan Rusia. Sebab, Israel menolak permintaan Ukraina untuk mengirimkan sistem pertahanan Iron Dome.
1. Desak Israel tidak memperbolehkan kapal Rusia singgah

Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina, Andrii Sybiha sudah berbicara dengan Menlu Israel, Gideon Sa’ar. Ia menyebut bahwa terdapat implikasi besar dari pengiriman gandum curian dari Ukraina.
“Saya menekankan bahwa ekspor produk pertanian ilegal dari Ukraina adalah bagian dari strategi perang Rusia. Maka dari itu, perdagangan dengan barang-barang curian tidak bisa dibiarkan,” ungkapnya.
Kabar adanya pengiriman barang curian ini datang dari intelijen Ukraina. Mereka mengaku sudah mengawasi dan melacak kapal barang Rusia tersebut sebelum bergerak meninggalkan Laut Hitam.
2. Ukraina desak Israel sita barang curian Rusia

Kementerian Luar Negeri Ukraina mendesak Israel untuk menyita produk pertanian curian dari Ukraina. Kapal barang Abinsk itu diketahui sudah sandar di Pelabuhan Haifa dengan membawa 44 ribu ton gandum.
“Kami sudah memberitahu kepada Israel soal kapal tersebut. Sangat disayangkan kapal tersebut masih diperbolehkan sandar di Pelabuhan Haifa pada 12-14 April. Kami berharap Israel menyita kapal tersebut dan mencegah situasi serupa di kemudian hari,” terangnya, dilansir dari The Kyiv Independent.
3. Zelenskyy pastikan Mesir tidak terima gandum ekspor dari Rusia

Pada awal April, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy memastikan bahwa Mesir akan menolak pengiriman gandum Rusia dari wilayah okupansi di Ukraina. Ia menyebut, Mesir tertarik mengimpor gandum dari Ukraina.
Dilansir Politico, kebijakan impor ini penting karena Mesir adalah importir gandum terbesar di dunia dan mayoritas berasal dari Rusia. Pada saat yang sama, Zelenskyy juga menawarkan kerja sama militer teknis dalam menghadapi konflik di Timur Tengah.
















