Ukraina Sebut Rusia Mau Bangun Zona Penyangga via Transnistria

- Rusia disebut berencana membangun zona penyangga di Vinnytsia melalui Transnistria, namun Ukraina menilai Moskow belum memiliki kekuatan cukup untuk melancarkan serangan tersebut.
- Fokus utama Rusia pada 2026 tetap di Donbass, sambil memperluas operasi ke wilayah selatan seperti Zaporizhzhia dan Kherson serta mempertahankan rencana zona penyangga di beberapa daerah utara.
- Ukraina memperketat penjagaan perbatasan Transnistria karena potensi tekanan dari Rusia, sementara Moldova mendorong integrasi politik dan ekonomi kembali dengan wilayah Transnistria.
Jakarta, IDN Times - Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Pavlo Palisa mengatakan bahwa Rusia berencana untuk membangun zona buffer atau penyangga di Vinnytsia. Moskow berencana merebut area tersebut lewat Transnistria.
“Mereka (Rusia) sudah memasukkan titik untuk membangun zona penyangga di Vinnytsia dari Transnistria. Ini menjadi pertama rencana tersebut terekam. Tidak perlu panik karena mereka tidak memiliki kekuatan untuk melancarkan serangan tersebut,” ungkapnya, dikutip dari United24, Rabu (8/4/2026).
Pekan lalu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy sudah mengajukan proposal gencatan senjata di Hari Paskah. Langkah ini untuk menghentikan sementara peperangan di Ukraina.
1. Rusia masih berfokus di Donbass
Palisa mengatakan, rencana Rusia dapat berubah karena perubahan frekuensi operasi. Namun, ia memastikan bahwa fokus utama Moskow pada 2026 tetap berada di Donbass.
“Tanpa diragukan lagi, perhatian utama mereka pada tahun ini adalah Donbass. Namun, mereka akan mencoba untuk membangun dan meningkatkan upaya serangan di selatan, termasuk di Oleksandrivsk dan Zaporizhzhia,” katanya.
Selain itu, Rusia masih berusaha untuk melanjutkan rencana membangun zona penyangga di Kharkiv, Sumy, dan Chernihiv. Moskow juga sudah merencanakan serangan ofensif ke Zaporizhzhia dan Kherson.
2. Ukraina memperkuat penjagaan di perbatasan Transnistria
Sehari sebelumnya, Penasehat Kepresidenan Ukraina, Mykhailo Podolyak menyampaikan bahwa Rusia berpotensi menekan Ukraina dari Transnistria. Maka dari itu, Ukraina meningkatkan penjagaan di perbatasan Transnistria.
“Kami paham bahwa Transnistria bisa digunakan Rusia untuk melancarkan serangan dari belakang garis depan Ukraina atau mungkin untuk menargetkan logistik. Maka, kami ingin mengamankan diri,” terangnya, dilansir dari Ukrinform.
Hingga kini, masih ada kontingen tentara Rusia yang ditempatkan di Transnistria. Alhasil, Rusia sudah menanam ranjau darat untuk menghindari ancaman serangan dari Transnistria.
3. Moldova dorong integrasi kembali dengan Transnistria
Pada Februari, Moldova sudah mengumumkan rencana integrasi kembali dengan Transnistria. Chisinau juga berniat untuk memperpanjang pajak kepada perusahaan yang beroperasi di Transnistria sebagai langkah mendorong integrasi.
Dilansir BNE Intellinews, Wakil Menteri Reintegrasi Moldova, Valeriu Chiveri menyampaikan bahwa pemerintah akan terus mengupayakan langkah politik dan diplomatik dengan Transnistria. Kebijakan ini untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Moldova.
















