Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Negosiasi Damai Tahap 3 Israel-Lebanon Bakal Digelar Pekan Depan
potret bendera Israel (kanan) dan Lebanon (kiri) (commons.wikimedia.org/Danielrosehill)
  • Negosiasi damai tahap ketiga antara Israel dan Lebanon dijadwalkan berlangsung di Washington D.C. pekan depan dengan tiga opsi tanggal, difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri AS.
  • Delegasi Lebanon dipimpin oleh Nada Hamadeh Moawad yang telah bertemu Menteri Luar Negeri AS untuk menyampaikan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel guna memperkuat posisi tawar Lebanon.
  • Perdana Menteri Lebanon menegaskan tujuan utama negosiasi adalah perdamaian permanen, melanjutkan dua pertemuan sebelumnya yang menghasilkan gencatan senjata sepuluh hari dan perpanjangan tiga pekan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Negosiasi perdamaian tahap ketiga antara Israel dan Lebanon dikabarkan bakal digelar pada pekan depan. Kabar tersebut dilaporkan oleh media nasional Lebanon, LBCI, pada Rabu (6/5/2026).

LBCI menjelaskan, negosiasi antara Israel dan Lebanon akan kembali digelar di Amerika Serikat, tepatnya di Gedung Kementerian Luar Negeri di Washington D.C. Ada tiga pilihan hari yang bisa dijadikan waktu pelaksanaan negosiasi, yakni Rabu (13/5/2026), Kamis (14/5/2026), atau Jumat (15/5/2026) pekan depan.   

1. Duta Besar Lebanon sudah bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS

potret Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Dalam negosiasi tersebut, delegasi Lebanon akan diwakilkan oleh mantan Duta Besar Lebanon untuk AS, Simon Karam, Duta Besar Lebanon untuk AS saat ini, Nada Hamadeh Moawad, Wakil Kepala Misi, Wissam Boutros, dan perwakilan dari pasukan angkatan darat Lebanon. 

Untuk menyiapkan negosiasi pada pekan depan, Duta Besar Moawad sudah bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, di kantornya. Dalam pertemuan itu, Moawad dikabarkan memberikan catatan pelanggaran Israel terhadap aturan gencatan senjata yang kini sedang berlangsung. Pemberitahuan informasi tersebut bertujuan untuk memperkuat posisi tawar Lebanon dalam negosiasi perdamaian pekan depan.    

2. Perdana Menteri Lebanon ingin perdamaian dengan Israel

potret Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam (commons.wikimedia.org/Ali.chawki.akil)

Ada sejumlah poin yang ingin dicapai Lebanon dalam negosiasi damai dengan Israel pekan depan. Beberapa di antaranya adalah penarikan penuh pasukan militer Israel (IDF) dari Lebanon selatan, pembebasan tawanan perang, dan penyelesaian sengketa perbatasan. Semua itu bertujuan agar penduduk Lebanon yang sedang mengungsi akibat terdampak serangan IDF bisa kembali lagi ke tempat tinggalnya masing-masing.  

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengatakan, negosiasi pekan depan benar-benar ditujukan untuk mencapai perdamaian dengan Israel, bukan untuk menormalisasi hubungan kedua negara. Sebab, Lebanon lebih memilih perdamaian permanen daripada gencatan senjata agar Israel bisa segera berhenti menyerang mereka. 

3. Israel dan Lebanon sudah melakukan dua kali negosiasi

ilustrasi negosiasi damai (pexels.com/Markus Winkler)

Israel dan Lebanon sendiri tercatat sudah dua kali melakukan negosiasi perdamaian. Negosiasi pertama digelar di AS pada 14 April. Negosiasi tersebut menghasilkan kesepakatan gencatan senjata sepuluh hari di antara kedua pihak.  

Negosiasi perdamaian tahap kedua juga digelar di AS pada 24 April. Negosiasi tersebut menghasilkan perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama tiga pekan. “Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama tiga minggu,” tulis Presiden AS, Donald Trump, dalam sebuah unggahan di Truth Social, seperti dilansir CNBC.  

Sebetulnya, proses negosiasi perdamaian Israel dan Lebanon ini sempat menuai kecaman dari Hizbullah dan beberapa pejabat yang berafiliasi dengan mereka. Sebab, Hizbullah dan para pejabat itu menganggap negosiasi dengan Israel hanya akan membuat Lebanon terlihat seperti pihak yang kalah. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team