Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Netanyahu Klaim Berhasil Bunuh Hampir Semua Petinggi Hamas
potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/Hudson Institute via commons.wikimedia.org/Hudson Institute)
  • Benjamin Netanyahu menyatakan misi utama Israel di Gaza hampir tercapai setelah pasukan menewaskan hampir semua petinggi Hamas, termasuk Komandan Sayap Militer Izz Al Din Al Haddad.
  • Netanyahu menegaskan akan terus menyerang Gaza hingga seluruh pimpinan Hamas dieliminasi dan memastikan wilayah itu tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel.
  • Meskipun ada gencatan senjata sejak 2025, Israel masih melancarkan serangan ke Gaza yang telah menewaskan lebih dari 72 ribu orang, mayoritas warga sipil Palestina.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut misi utama serangan Israel ke Gaza sudah hampir tercapai. Sebab, dalam pernyataannya di rapat kabinet pada Minggu (17/5/2026), Netanyahu mengklaim pasukannya sudah membunuh hampir semua petinggi Hamas yang menjadi dalang serangan ke Israel pada 7 Oktober 2023.

Terbaru, Israel menewaskan Komandan Sayap Militer Hamas, Izz Al Din Al Haddad. Haddad tewas dalam serangan pasukan militer Israel (IDF) di Gaza pada Jumat (15/5/2026) malam waktu setempat. Berdasarkan laporan Times of Israel yang mengutip keterangan sejumlah petinggi Hamas, serangan tersebut juga menewaskan istri dan putri Haddad.

1. Netanyahu berjanji akan membunuh semua petinggi Hamas

potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan akan menghabisi semua petinggi Hamas yang menjadi dalang serangan ke Israel pada 7 Oktober 2023. Sebab, menurut Netanyahu, Hamas harus mendapatkan balasan setimpal karena serangan mereka kala itu menewaskan sekitar 1.221 warga Israel. 

“Saya berjanji bahwa setiap dalang pembantaian dan penyanderaan akan dieliminasi hingga orang terakhir. Kita semua hampir menyelesaikan misi ini,” tambah Netanyahu, seperti dilansir The Strait Times

Selama melakukan serangan Ke Gaza, Israel tercatat telah membunuh sejumlah tokoh-tokoh penting di Hamas. Beberapa di antaranya, seperti Yahya Sinwar dan Ismail Haniyeh. Haddad menjadi petinggi Hamas terbaru yang berhasil dibunuh oleh Israel dalam serangan di Gaza. 

2. Netanyahu akan terus menyerang Gaza untuk membasmi Hamas

potret serangan Israel di Gaza (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Untuk membasmi semua petinggi Hamas, Netanyahu berjanji akan terus menyerang Gaza. Selain untuk membasmi Hamas, serangan ke Gaza juga dilakukan agar Israel bisa mengambil alih wilayah tersebut. 

“Kita telah menguasai Hamas. Kita tahu persis apa misi kita dan misi kita adalah memastikan bahwa Gaza tidak akan pernah lagi menjadi ancaman bagi Israel,” kata Netanyahu.  

3. Israel masih menyerang Gaza meski sudah ada gencatan senjata

potret serangan Israel di Gaza (unsplash.com/Emad El Byed)

Hingga saat ini, Israel masih terus meluncurkan serangan ke Gaza. Padahal, Israel dan Hamas sudah menyepakati gencatan senjata pada Oktober 2025. Kala itu, Israel dan Hamas yang dimediasi Turki, Qatar, dan Mesir akhirnya sepakat menandatangani gencatan senjata fase pertama di Gaza. 

Pada Januari 2026 lalu, gencatan senjata fase kedua di Gaza juga sudah dimulai. Langkah ini diambil untuk memperpanjang penghentian sementara perang yang terjadi antara Hamas dan Israel di sana.

Sejauh ini, serangan Israel di Gaza sudah menewaskan 72.763 orang. Sebagian besar yang terbunuh adalah warga sipil Palestina. Oleh karena itu, serangan Israel di Gaza dianggap sebagai kejahatan perang. Sebab, menurut hukum humaniter internasional, warga sipil merupakan pihak yang tidak boleh menjadi target serangan dalam peperangan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team