Jakarta, IDN Times - Pemimpin junta militer Niger, Jenderal Abdourahamane Tiani, menuduh Prancis, Benin, dan Pantai Gading sebagai dalang di balik serangan di bandara internasional Niamey. Tudingan serius itu disampaikan Tiani melalui pidato televisi nasional setelah insiden yang mengguncang ibu kota pada Kamis (29/1/2026).
Pasukan keamanan Niger mengklaim berhasil memukul mundur serangan yang terjadi pada Rabu malam hingga Kamis dini hari tersebut dengan bantuan personel militer Rusia. Bentrokan senjata itu menewaskan sedikitnya 20 penyerang dan melukai empat tentara Niger, sementara 11 pelaku lainnya berhasil ditangkap hidup-hidup.
