Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Militer Nigeria Selamatkan 11 Korban Penculikan yang Disandera 92 Hari

Bendera Nigeria
Bendera Nigeria (commons.m.wikimedia.org/Aerra Carnicom)
Intinya sih...
  • Operasi militer Nigeria gagalkan perpindahan sandera oleh militan bersenjata
  • Pasukan dari Forward Operating Base (FOB) Doka berhasil mendeteksi pergerakan kelompok penculik dengan menggunakan perangkat pengawasan jarak jauh berteknologi tinggi.
  • Operasi penyelamatan bebaskan 11 sandera setelah 92 hari penculikan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tentara Nigeria pada Selasa (27/1/2026), mengumumkan keberhasilan menyelamatkan 11 korban penculikan dalam operasi militer yang digelar pada malam hari di jalur Kaduna-Abuja. Para korban diketahui telah disandera selama 92 hari.

Menurut keterangan militer, operasi tersebut berhasil menggagalkan upaya kelompok bersenjata memindahkan para korban melalui kawasan hutan lebat dalam kondisi gelap. Para korban sebelumnya diculik dari komunitas Gada Mallam Maman di Negara Bagian Kaduna, pada Oktober 2025.

1. Operasi militer Nigeria gagalkan perpindahan sandera oleh militan bersenjata

Pasukan dari Forward Operating Base (FOB) Doka berhasil mendeteksi pergerakan kelompok penculik dengan menggunakan perangkat pengawasan jarak jauh berteknologi tinggi. Dalam pemantauan itu, tentara melihat para militan tengah mengawal sejumlah sandera di jalur semak Gidan Duna-Amale pada malam hari.

Setelah mendeteksi pergerakan tersebut, pasukan segera melancarkan pengejaran menggunakan kendaraan taktis dan sepeda motor.

“Begitu mendeteksi pergerakan itu, pasukan dengan cepat memulai pengejaran terkoordinasi menggunakan kendaraan taktis dan sepeda motor, hingga berhasil menguasai situasi dan memaksa para pelaku melarikan diri serta meninggalkan para sandera,” ujar tentara Nigeria, dikutip dari Africa News.

Para penculik akhirnya melarikan diri ke arah semak-semak setelah pengejaran cepat, tanpa terjadi bentrokan langsung dengan pasukan militer.

2. Operasi penyelamatan bebaskan 11 sandera setelah 92 hari penculikan

Korban yang berhasil dibebaskan terdiri atas lima pria dewasa, tiga wanita dewasa, dan tiga anak-anak. Mereka telah ditahan sejak 26 Oktober 2025, setelah diculik dari komunitas Gada Mallam Maman di Negara Bagian Kaduna. Operasi militer mengakhiri masa penyanderaan selama 92 hari.

Setelah proses penyelamatan, seluruh korban diserahkan kepada otoritas setempat untuk menjalani pemeriksaan medis dan pendataan identitas sebelum dipulangkan kembali kepada keluarga masing-masing.

“Dalam unjuk kemampuan perang modern dan presisi taktis yang tinggi, Tentara Nigeria kembali mencatat keberhasilan besar dengan penyelamatan sebelas warga Nigeria yang diculik,” menurut pernyataan tentara Nigeria di platform X, dilansir The Straits Times.

3. Penculikan untuk tebusan masih jadi ancaman utama di Nigeria

Penculikan untuk meminta tebusan terus menjadi salah satu tantangan keamanan terbesar di wilayah barat laut dan tengah Nigeria, terutama di jalur Kaduna-Abuja yang menghubungkan pusat ekonomi dengan ibu kota pemerintahan. Kelompok militan kerap menggunakan sepeda motor untuk bergerak melintasi kawasan hutan luas yang menjadi tempat persembunyian mereka, sekaligus cara untuk menghindari operasi pasukan keamanan.

Situasi ini menjadi perhatian internasional, termasuk dari Amerika Serikat yang menyoroti isu perlindungan terhadap minoritas Kristen. Namun, serangan militan di Nigeria diketahui tidak hanya menargetkan satu kelompok, melainkan memengaruhi berbagai komunitas di wilayah tersebut.

Tentara Nigeria menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan menekan aksi kriminal bersenjata.

“Tindakan tegas ini menyoroti keberhasilan integrasi teknologi pengawasan modern dengan operasi darat yang gesit, serta menegaskan komitmen tanpa henti Tentara Nigeria untuk melindungi nyawa warga, mengamankan jalur utama, dan memastikan pelaku kejahatan tidak memiliki tempat bersembunyi baik siang maupun malam,” menurut pernyataan resmi Tentara Nigeria.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Mengapa KPK Belum Menahan Eks Menag Yaqut Meski Sudah Tersangka Haji?

31 Jan 2026, 10:16 WIBNews