Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kelompok Bersenjata Serang Dua Gereja di Nigeria, Culik 163 Orang

seorang pria memegang bendera Nigeria (unsplash.com/Emmanuel Ikwuegbu)
seorang pria memegang bendera Nigeria (unsplash.com/Emmanuel Ikwuegbu)
Intinya sih...
  • Polisi bantah adanya serangan dan penculikan.
  • Sebagian besar penculikan di Nigeria dilakukan demi uang tebusan
  • Penculikan massal kerap terjadi di Nigeria, umumnya dilakukan demi mendapatkan uang tebusan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seorang pemimpin Asosiasi Kristen Nigeria mengatakan bahwa kelompok bersenjata menculik 163 jemaat dari dua gereja di negara bagian Kaduna. Peristiwa itu terjadi saat kebaktian Minggu (18/1/2026).

"Para penyerang datang dalam jumlah banyak, memblokir pintu masuk gereja, dan memaksa jemaat keluar ke hutan. Jumlah sebenarnya yang mereka bawa adalah 172, tetapi 9 berhasil melarikan diri, jadi 163 masih bersama mereka," kata Pendeta Joseph Hayab, kepala Asosiasi Kristen Nigeria untuk wilayah utara negara itu, dikutip dari DW.

Serangan itu dilaporkan terjadi di desa Kurmin Wali, sebuah desa terpencil yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Lokasinya sulit dijangkau karena kondisi jalan yang buruk.

1. Polisi bantah adanya serangan dan penculikan

Namun, dalam pernyataan bersama dengan pejabat pemerintah setempat pada Senin (19/1/2026), Komisaris Polisi negara bagian Kaduna, Alhaji Muhammad Rabiu, mengatakan bahwa laporan penculikan itu hanyalah kebohongan yang disebarkan oleh pihak-pihak yang ingin memicu kekacauan. Ia bahkan siapa pun untuk menyebutkan nama-nama korban penculikan dan rincian lainnya.

Ketua pemerintah daerah Kajuru, Dauda Madaki, mengatakan bahwa pasukan keamanan telah dikirim ke Kurmin Wali, tapi tidak menemukan bukti adanya serangan tersebut.

"Saya menanyakan kepada kepala desa, Mai Dan Zaria, dan dia mengatakan bahwa tidak ada serangan seperti itu," ujarnya, dilansir dari BBC.

2. Sebagian besar penculikan di Nigeria dilakukan demi uang tebusan

Penculikan massal kerap terjadi di Nigeria, umumnya dilakukan demi mendapatkan uang tebusan. Kelompok bersenjata biasa menggunakan uang tersebut untuk mendanai kegiatan kriminal lainnya dan mengontrol desa-desa.

Menurut laporan terbaru dari konsultan SBM yang berbasis di Nigeria, praktik penculikan ini telah berkembang menjadi industri terstruktur, dengan keuntungan mencapai sekitar 1,66 juta dolar AS (sekitar Rp28 miliar) dalam kurun waktu satu tahun dari Juni 2024 hingga Juli 2025.

Pada November 2025, lebih dari 300 siswa dan guru ditangkap dari sebuah sekolah Katolik. Mereka dibebaskan beberapa minggu kemudian dalam dua gelombang. Peristiwa ini merupakan salah satu dari serangkaian penculikan yang menarik perhatian media internasional.

3. Nigeria hadapi sejumlah masalah keamanan

Selain penculikan, Nigeria juga menghadapi berbagai tantangan keamanan lainnya, termasuk pemberontakan Islamis di wilayah timur laut, kekerasan separatis di tenggara, dan konflik antara peternak dan petani di wilayah tengah terkait akses lahan dan air. Para pakar mengatakan bahwa korupsi, buruknya pertukaran informasi intelijen, dan minimnya dana untuk kepolisian lokal telah menghambat upaya untuk menangani krisis tersebut.

Namun, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyoroti ketidakamanan di Nigeria dengan berfokus pada pembunuhan umat Kristen. Pada Desember 2025, AS melancarkan serangan udara terhadap dua kamp yang disebut terkait dengan kelompok militan ISIS di wilayah barat laut Nigeria.

Negara Afrika Barat ini memiliki lebih dari 250 kelompok etnis dan secara garis besar terbagi menjadi wilayah utara yang mayoritas Muslim dan wilayah selatan yang mayoritas Kristen. Pemerintah Nigeria menolak anggapan bahwa krisis keamanan yang semakin memburuk di negara itu merupakan genosida terhadap umat Kristen, dan menegaskan bahwa baik umat Kristen maupun Muslim menjadi sasaran dalam berbagai konflik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Israel Luncurkan Operasi Militer di Hebron Tepi Barat, 7 Orang Ditangkap

21 Jan 2026, 07:09 WIBNews