Jakarta, IDN Times - Oposisi sayap kanan dan kiri di Prancis menuding pemerintah Prancis yang memicu krisis dan mengancam demokrasi pada Minggu (18/10/2026). Pernyataan ini menyusul kerusuhan dan penjarahan di Prancis buntut dari demonstrasi besar-besaran siswa SMA.
Beberapa pekan terakhir, demonstrasi siswa SMA sudah bergulir di Prancis. Demo tersebut untuk mendorong pemerintah memperbaiki masalah kelebihan kapasitas sekolah, kurangnya gaji guru, dan berbagai masalah pendidikan lainnya.
