Perbandingan Penjarahan Apple Store di Prancis pada 2023 dan 2026

- Pada 30 Juni 2023, Apple Store Strasbourg dirusak dan dijarah saat kerusuhan nasional menyusul kematian Nahel Merzouk, remaja yang ditembak polisi di Nanterre.
- Pada 17 Oktober 2026, Apple Store di Lille dan Bordeaux dijarah ketika demonstrasi mengenai biaya hidup, pendidikan, dan layanan publik berkembang menjadi kerusuhan.
- Nilai kerugian Apple pada kedua insiden belum diketahui; video yang beredar perlu diverifikasi, sementara penjarahan juga mengganggu operasional toko dan layanan pelanggan.
Penjarahan Apple Store kembali terjadi di Prancis di tengah gelombang demonstrasi yang melanda sejumlah kota. Pada 17 Oktober 2026, Apple Store di Lille dan Bordeaux dilaporkan menjadi sasaran penjarahan ketika aksi protes terkait kenaikan biaya hidup dan memburuknya layanan publik berujung pada kerusuhan. Kejadian ini mengingatkan pada insiden serupa di Strasbourg pada Juni 2023, ketika sebuah Apple Store dirusak dan menjadi sasaran pencurian di tengah kerusuhan setelah kematian seorang remaja berusia 17 tahun, Nahel Merzouk.
Meski sama-sama melibatkan penjarahan Apple Store, kedua kejadian tersebut berlangsung dalam konteks sosial yang berbeda. Perbedaan pemicu demonstrasi, lokasi kejadian, dan situasi di lapangan menjadi hal penting untuk melihat bagaimana toko ritel teknologi dapat terdampak ketika demonstrasi berubah menjadi kerusuhan. Untuk memahami perbedaannya, mari melihat kembali kronologi penjarahan Apple Store di Prancis pada 2023 dan 2026.
1. 2023: Apple Store Strasbourg jadi sasaran kerusuhan setelah kematian Nahel Merzouk

Apple Store di Place Kléber, Strasbourg, Prancis (apple.com) Pada 30 Juni 2023, Apple Store di Place Kléber, Strasbourg, Prancis, menjadi sasaran perusakan dan penjarahan di tengah kerusuhan yang meluas setelah kematian Nahel Merzouk. Remaja berusia 17 tahun tersebut tewas ditembak polisi saat pemeriksaan lalu lintas di Nanterre pada 27 Juni 2023. Peristiwa itu memicu kemarahan publik, demonstrasi, dan kerusuhan di sejumlah wilayah Prancis.
Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), sejumlah orang berkumpul di pusat Strasbourg dan merusak beberapa toko. Dua kaca etalase Apple Store dilaporkan pecah. Seorang pekerja toko di dekat lokasi mengatakan kepada AFP bahwa sejumlah orang keluar-masuk Apple Store untuk mencoba mengambil perangkat pajangan. Laporan TF1 Info juga menyebut toko tersebut dijarah oleh puluhan orang pada siang hari.
Polisi kemudian turun tangan menggunakan gas air mata, sementara sejumlah toko di sekitar Place Kléber menutup akses untuk mengantisipasi kerusuhan. Penjarahan Apple Store Strasbourg menjadi bagian dari gelombang perusakan dan penjarahan yang menyasar berbagai bisnis di Prancis saat itu. Meski demikian, toko tersebut tidak berkaitan langsung dengan kasus kematian Nahel yang memicu demonstrasi.
2. 2026: Dua Apple Store dijarah di tengah demonstrasi biaya hidup

Apple Store Lille, Prancis (apple.com) Tiga tahun setelah penjarahan Apple Store di Strasbourg pada 2023, kejadian serupa kembali dilaporkan di Prancis. Kali ini, Apple Store di Lille dan Bordeaux menjadi sasaran pada 17 Oktober 2026, bertepatan dengan demonstrasi yang menyoroti persoalan biaya hidup, pendidikan, dan layanan publik. Aksi protes tersebut berkembang menjadi kerusuhan di sejumlah lokasi, disertai perusakan bangunan dan penjarahan toko.
Menurut laporan Agence France-Presse (AFP) yang diterbitkan TV5MONDE pada 17 Oktober 2026, Apple Store di Rue Faidherbe, Lille, dibobol dan dijarah. Jurnalis AFP yang berada di lokasi menyaksikan seorang pria keluar dari toko sambil membawa komputer hasil curian. Wali Kota Lille, Arnaud Deslandes, juga mengonfirmasi bahwa Apple Store termasuk di antara sejumlah toko yang dijarah.
Sementara itu, Apple Store Sainte-Catherine di Bordeaux turut dilaporkan dijarah. Media teknologi Prancis, MacGeneration, menyebut toko tersebut menjadi salah satu sasaran di kawasan perdagangan pusat kota. Sejumlah bisnis lain, termasuk toko olahraga dan gerai ritel, juga dilaporkan mengalami kerusakan atau penjarahan.
Kerusuhan pada 2026 berlangsung di tengah demonstrasi yang awalnya diikuti berbagai kelompok masyarakat untuk menyuarakan persoalan ekonomi dan layanan publik. Namun, di sejumlah lokasi, aksi tersebut berkembang menjadi bentrokan dengan aparat, perusakan bangunan, pembakaran, dan penjarahan toko. Berbeda dengan 2023 yang dipicu kematian Nahel dan kemarahan terhadap tindakan polisi, demonstrasi pada Oktober 2026 terutama berkaitan dengan tekanan biaya hidup dan ketidakpuasan terhadap layanan publik. Meski demikian, kedua peristiwa sama-sama menunjukkan bagaimana kerusuhan dapat meluas hingga menyasar bisnis yang tidak secara langsung berkaitan dengan tuntutan demonstran.
Perbandingan penjarahan Apple Store pada 2023 dan 2026
Data dihimpun dari berbagai sumber Aspek
Penjarahan Apple Store 2023
Penjarahan Apple Store 2026
Tanggal kejadian
30 Juni 2023
17 Oktober 2026
Lokasi Apple Store
Place Kléber, Strasbourg
Rue Faidherbe, Lille, dan Sainte-Catherine, Bordeaux
Pemicu kerusuhan
Kematian Nahel Merzouk setelah ditembak polisi
Demonstrasi terkait biaya hidup, pendidikan, dan layanan publik
Situasi di sekitar toko
Kerusuhan setelah kematian Nahel, perusakan etalase, dan upaya pencurian perangkat pajangan
Demonstrasi nasional yang di sejumlah kota berkembang menjadi bentrokan, perusakan, dan penjarahan
Jumlah perangkat yang dicuri
Tidak tersedia angka pasti
Belum diketahui secara pasti
Tabel tersebut memperlihatkan bahwa perbedaan paling jelas terdapat pada konteks demonstrasi dan jumlah lokasi yang dilaporkan menjadi sasaran. Pada 2023, laporan yang dirujuk berfokus pada satu Apple Store di Strasbourg. Pada 2026, sedikitnya dua Apple Store, yakni di Lille dan Bordeaux, dilaporkan dijarah.
Namun, jumlah toko yang terdampak tidak otomatis menunjukkan bahwa kerugian pada 2026 lebih besar. Tingkat keparahan kedua kejadian belum dapat dibandingkan secara menyeluruh tanpa didasarkan pada data mengenai jumlah perangkat yang dicuri, kerusakan bangunan, dan nilai kerugian.
3. Berapa taksiran kerugian penjarahan Apple Store pada 2023 dan 2026?

Ilustrasi uang dalam bentuk dollar (freepik.com/bearfotos) Hingga artikel ini ditulis, belum ditemukan angka resmi mengenai total kerugian Apple akibat penjarahan Apple Store di Lille dan Bordeaux pada Oktober 2026. Apple juga belum mengeluarkan pernyataan publik yang merinci jumlah perangkat yang dicuri, biaya perbaikan toko, maupun nilai kerugian dari kedua insiden tersebut. Sebagai pembanding, kerusuhan di Prancis pada 27 Juni hingga 5 Juli 2023 menimbulkan kerugian sekitar 730 juta euro atau setara Rp14,79 triliun berdasarkan estimasi yang dilaporkan Pemerintah Prancis dan sejumlah media, termasuk Leader's Edge.
Sementara itu, asosiasi pengusaha Prancis, MEDEF, memperkirakan total kerusakan dan kerugian yang dialami sektor bisnis melampaui 1 miliar euro atau sekitar Rp20,27 triliun. Namun, angka tersebut mencakup berbagai bisnis dan properti yang terdampak kerusuhan, bukan hanya Apple Store. Menurut Atlas Magazine, nilai klaim kerugian yang dilaporkan pada tahap awal mencapai sekitar 650 juta euro atau setara Rp13,17 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 730 juta euro atau Rp14,79 triliun setelah lebih banyak klaim diperhitungkan. Perbedaan angka ini dinilai berdasarkan perkembangan pendataan klaim, bukan sebagai kerugian yang harus dijumlahkan.
Dalam laporan mengenai kerusuhan 2023, kerusakan properti komersial menjadi salah satu komponen utama klaim asuransi. Namun, persentase dan nilai kerugian pada masing-masing kategori perlu merujuk pada periode pendataan yang sama agar tidak menghasilkan perhitungan yang tumpang tindih. Sementara itu, nilai kerugian akibat penjarahan Apple Store di Lille dan Bordeaux pada Oktober 2026 masih belum diketahui secara pasti. Belum tersedia data terbuka mengenai jumlah perangkat yang hilang, nilai kerusakan bangunan, ataupun klaim asuransi dari masing-masing toko.
Dengan demikian, belum ada dasar yang cukup untuk menghitung atau membandingkan kerugian Apple Store pada 2023 dan 2026 secara langsung. Perbandingan baru dapat dilakukan apabila tersedia data yang setara, seperti jumlah perangkat yang dicuri, biaya perbaikan, dan nilai kerugian yang dikonfirmasi oleh Apple atau perusahaan asuransi.
4. Video penjarahan Apple Store perlu diperiksa kembali

ilustrasi kejadian kerusuhan dan pengamanan polisi (unsplash.com/Spenser H) Perbandingan kedua kejadian ini juga perlu memperhatikan keaslian video yang beredar di media sosial. Tidak semua rekaman yang diklaim menunjukkan penjarahan Apple Store pada 2023 benar-benar berasal dari peristiwa tersebut. Yahoo News menjelaskan bahwa sebuah video yang diklaim memperlihatkan penjarahan Apple Store di Bordeaux pada Juni 2023 sebenarnya berasal dari kerusuhan rompi kuning pada Desember 2018. Artinya, video tersebut kembali beredar pada 2023.
Hal serupa perlu diperhatikan dalam pemberitaan kejadian 2026. MacGeneration menyebut video yang beredar di media sosial memperlihatkan orang-orang memasuki dan meninggalkan toko sambil membawa barang, tetapi rekaman tersebut belum seluruhnya diautentikasi secara resmi. Karena itu, video tidak bisa digunakan sendirian untuk menentukan jumlah perangkat yang dicuri atau besarnya kerugian.
5. Dampak kerusuhan terhadap operasional Apple Store

ilustrasi boks iPhone (apple.com) Selain kerusakan fisik dan potensi kehilangan barang, penjarahan juga dapat mengganggu operasional toko. Apple Store yang terdampak mungkin memerlukan waktu untuk memperbaiki etalase, memeriksa inventaris, membersihkan area, dan memastikan keamanan sebelum kembali melayani pelanggan. Laporan Consomac menyebut Apple Store Lille direncanakan tutup hingga Rabu, 21 Oktober 2026.
Sementara itu, tim Apple Store Bordeaux menargetkan pembersihan area selesai sebelum pukul 14:00 pada Senin, 19 Oktober 2026. Jadwal tersebut merupakan rencana yang dilaporkan media, bukan konfirmasi bahwa kedua toko telah kembali beroperasi sesuai jadwal. Kejadian ini memperlihatkan bahwa dampak kerusuhan tidak berhenti pada kerusakan properti. Penutupan toko juga dapat memengaruhi pelanggan yang ingin membeli produk, mengambil pesanan, atau memperoleh layanan purnajual.
Penjarahan Apple Store di Prancis pada 2023 dan 2026 memiliki kesamaan, yakni toko ritel menjadi sasaran di tengah kerusuhan. Namun, pemicu kedua peristiwa tersebut berbeda. Pada akhir Juni 2023, kematian Nahel Merzouk setelah ditembak polisi memicu gelombang demonstrasi dan kerusuhan yang meluas ke sejumlah kota. Sementara itu, demonstrasi pada pertengahan Oktober 2026 berkaitan dengan persoalan biaya hidup dan layanan publik.
Pada 2023, Apple Store di Strasbourg dilaporkan mengalami perusakan etalase dan menjadi sasaran pencurian perangkat pajangan. Pada 2026, Apple Store di Lille dan Bordeaux dilaporkan dijarah ketika demonstrasi meluas menjadi kerusuhan di sejumlah kota. Perbandingan ini menunjukkan bahwa bisnis ritel dapat terdampak dalam situasi sosial yang berbeda. Meski demikian, belum tersedia data yang cukup untuk menyimpulkan kejadian mana yang menimbulkan kerugian lebih besar. Jumlah perangkat yang dicuri, nilai kerusakan, dan hasil penyelidikan masih perlu diketahui sebelum perbandingan kerugian dapat dilakukan secara akurat.




















