Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pakistan Kembali Lancarkan Serangan Udara ke Afghanistan
ilustrasi pesawat tempur yang melancarkan serangan terhadap target (DVIDS Tech Sgt c/o Michael B. Keller, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)
  • Pakistan melancarkan serangan udara ke Afghanistan yang menewaskan 26 militan menurut Islamabad, namun Taliban menyebut 13 warga sipil termasuk anak-anak turut menjadi korban.
  • Pemerintah Pakistan menyatakan serangan itu menargetkan kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) sebagai respons atas serangan teror sebelumnya yang menewaskan enam personel keamanan.
  • Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan meningkat sejak Taliban berkuasa, dengan saling tuduh perlindungan militan dan konflik lintas batas yang telah memakan ratusan korban sipil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pakistan kembali melancarkan serangan udara mematikan ke Afghanistan pada Rabu (10/6/2026). Islamabad mengklaim sedikitnya 26 militan tewas dalam serangan tersebut, sementara otoritas Taliban di Afghanistan menyebut 13 warga sipil tewas.

Juru bicara utama Taliban, Zabihullah Mujahid, menyatakan bahwa serangan Pakistan di provinsi Kunar, Khost dan Paktika menewaskan 11 anak, seorang perempuan dan seorang pria lanjut usia. Selain itu, 14 perempuan dan anak-anak lainnya juga mengalami luka-luka.

“Kami mengutuk keras kejahatan kemanusiaan dan tindakan agresi ini,” tulisnya di platform media sosial X.

1. Respons terhadap serangan teror di Pakistan

bendera Pakistan (unsplash.com/Abuzar Xheikh)

Dilansir Al Jazeera, Menteri Penerangan Pakistan, Attaullah Tarar, mengatakan bahwa militer menargetkan tempat persembunyian dan lokasi perlindungan kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP). Ia menyebut sedikitnya 26 anggota kelompok tersebut tewas dan empat target berhasil dihancurkan, termasuk sebuah pusat pelatihan, gudang amunisi, dan posisi yang terkait dengan komandan TTP, Aleem Khan Khushali dan Akhtar Muhammad Jani Khel.

"Menyusul insiden-insiden terorisme baru-baru ini di Pakistan, serangan yang tepat sasaran dan terukur telah dilancarkan terhadap tempat persembunyian dan lokasi perlindungan militan di wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan," tulis Tarar di X. Ia tidak memberikan komentar mengenai laporan adanya korban sipil.

Operasi militer tersebut terjadi sehari setelah serangan terhadap pos keamanan di wilayah Hasan Khel, provinsi Khyber Pakhtunkhwa di barat laut Pakistan. Serangan yang diduga dilakukan oleh TTP itu memicu baku tembak sengit yang menyebabkan enam personel keamanan Pakistan tewas.

2. Korban tewas disebut tidak punya hubungan dengan kelompok militan

warga Afghanistan (unsplash.com/Farid Ershad)

Serangan udara pada Rabu menjadi yang paling mematikan dalam beberapa pekan terakhir. Serangan ini terjadi setelah periode relatif tenang di perbatasan Afghanistan-Pakistan.

“Kami bersama warga dari daerah sekitar segera menuju lokasi dan mengevakuasi korban yang masih hidup. Kami bahkan membawa beberapa korban luka ke klinik,” kata Ali Jan Akhlaqi, seorang warga di distrik Spera, Khost.

Sementara itu, warga lainnya bernama Shirbat Khan, menyebut bahwa bahwa para korban tewas merupakan keluarga miskin yang tidak memiliki hubungan apa pun dengan kelompok militan, dilansir CNA.

3. Pakistan tuduh Afghanistan lindungi militan

anggota Taliban (isafmedia, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Hubungan antara Pakistan dan Afghanistan terus diwarnai ketegangan sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021. Bentrokan antara kedua negara bertetangga itu meningkat tajam pada akhir Februari 2026 setelah Afghanistan melancarkan serangan lintas batas ke Pakistan sebagai balasan atas serangan udara yang dilakukan Islamabad.

Pakistan menuduh Afghanistan melindungi militan yang melancarkan serangan di wilayahnya. Namun, Taliban membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa militansi di Pakistan merupakan masalah internal negara itu.

Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Mei, konflik lintas batas tersebut telah menewaskan sedikitnya 372 warga sipil Afghanistan dan melukai 397 lainnya dalam 3 bulan pertama 2026. Kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata pada Maret, tapi kemudian runtuh setelah kedua belah pihak saling menuduh melanggar perjanjian tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article