bendera Iran. (unsplash.com/mostafa meraji)
Wakil Komisaris Distrik Chagai, Bakhtiar Ismail, menyatakan penangguhan jalur dagang di wilayahnya merupakan langkah sementara untuk mendukung upaya pemberantasan terorisme. Senada dengan Ismail, Juru Bicara Pemerintah Provinsi Balochistan, Shahid Rind, menyebut penutupan ini diperlukan guna membenahi pengaturan keamanan serta administrasi di kedua sisi perbatasan. Pemerintah daerah setempat memastikan jalur perdagangan akan kembali dibuka setelah seluruh prosedur pengamanan efektif diterapkan.
Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, memberikan penjelasan berbeda terkait penghentian aktivitas di perbatasan sepanjang 900 kilometer tersebut. Menurut laporan kantor berita IRNA, Baghaei menyebut penangguhan pertukaran barang lintas batas dipicu masalah teknis tertentu dan kebutuhan langkah antisipasi. Pemerintah Pakistan sendiri belum memberikan komentar resmi terkait perbedaan penjelasan antara Islamabad dan Teheran.
Peneliti independen keamanan Balochistan yang berbasis di Quetta, Imtiaz Baloch, menilai keputusan penutupan ini tidak sekadar didorong faktor keamanan. Ia menyebut ada pertimbangan strategis yang lebih luas di tengah berlakunya sanksi ekonomi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, terutama setelah AS memperluas sanksi pelayaran dan keuangan pada Agustus lalu. Sementara itu, Kepala Kelompok Studi Teluk Persia di Teheran, Javad Heiran-Nia, berpendapat istilah kendala teknis dari Iran dapat merujuk pada masalah operasional bea cukai, verifikasi dokumen dagang, transaksi keuangan, atau pengawasan keamanan yang lebih ketat.
"Meskipun pejabat Pakistan menyebutkan masalah keamanan, keputusan menutup perbatasan tampaknya didorong oleh pertimbangan strategis yang lebih luas, dengan keamanan sebagai salah satu faktor yang mungkin di tengah sanksi ekonomi terhadap Iran," ujar Imtiaz, dilansir Al Jazeera.