Menlu Iran Tantang Trump 'Menuntaskan Pekerjaan' di Teheran

- Menlu Iran Abbas Araghchi menantang Donald Trump menyerang kembali Teheran, sambil menyatakan Iran lebih kuat setelah operasi AS sebelumnya dan menuding Netanyahu mendorong perang demi menghindari penjara.
- Trump mengancam akan segera menuntaskan operasi terhadap Iran jika Teheran tidak mengubah sikap, serta menyatakan dukungan penuh bagi Netanyahu untuk kembali memimpin Israel.
- Netanyahu menegaskan target strategis Israel adalah menggulingkan rezim Iran dan siap bertindak independen tanpa persetujuan Washington, menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober 2026.
Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menantang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk kembali menyerang Iran. Hal itu disampaikan setelah Trump memperingatkan bahwa Washington dapat segera menyelesaikan operasi militernya terhadap Teheran.
Araghchi juga menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendorong AS ke perang lain demi menghindari penjara.
1. Menlu Iran tantang Trump untuk kembali menyerang Teheran
Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut melalui akun X miliknya pada Minggu (18/10/2026) sebagai respons atas ancaman Trump. Ia mengingatkan bahwa Iran justru menjadi lebih kuat setelah AS sebelumnya berupaya menyelesaikan operasi militernya.
"Terakhir kali Anda ingin 'menuntaskan pekerjaan', Iran justru muncul lebih kuat. Ingin mencoba keberuntungan Anda lagi? Silakan saja. Namun, berhati-hatilah; kami juga memiliki pekerjaan yang belum tuntas," tulis Araghchi.
Ia juga menuding Netanyahu berupaya menyeret AS ke perang lain agar terhindar dari hukuman penjara. Araghchi menyebut Netanyahu melakukan hal tersebut tanpa memedulikan konsekuensinya bagi Israel, apalagi bagi Trump.
2. Trump ancam serang Iran lagi dan dukung penuh Netanyahu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (x.com/netanyahu) Beberapa jam sebelumnya, Trump memperingatkan Iran melalui unggahan di Truth Social agar segera mengubah sikap. Ia mengeklaim bahwa kemampuan militer dan keuangan Iran telah dihancurkan secara sistematis, sebagaimana dilansir Iran International.
"Jika mereka tidak mengubah sikap dengan cepat, kami akan segera menuntaskan pekerjaan ini," tulis Trump.
Trump juga menyatakan AS harus mengambil alih perjuangan melawan Iran jika Netanyahu kalah dalam pemilihan umum (pemilu) Israel. Ia menulis, "Jika Israel memiliki pemimpin yang salah, yakni siapa pun selain Bibi, Amerika harus melakukan pekerjaan ini sendiri, dan saya tidak berminat melakukannya."
Trump menutup unggahannya dengan menyatakan dukungan penuh terhadap Netanyahu untuk kembali menjabat sebagai perdana menteri. Ia juga meyakinkan rakyat Israel bahwa Netanyahu tidak akan mengecewakan mereka.
3. Netanyahu berjanji akan menggulingkan rezim Iran

potret bendera Iran (unsplash.com/engin akyurt) Di tengah ketegangan tersebut, Netanyahu menegaskan kembali ambisinya untuk menggulingkan pemerintahan Iran. Dalam pengarahan keamanan kepada wartawan Israel di Yerusalem di kantornya pada Minggu, ia menyatakan bahwa menjatuhkan rezim Teheran tetap menjadi tujuan strategis utama Israel.
"Rezim itu harus jatuh, dan saya akan menjatuhkannya," kata Netanyahu, dilansir The Times of Israel.
Netanyahu juga menegaskan Israel akan bertindak secara independen jika diperlukan tanpa bergantung pada persetujuan Washington. Ia menyebut Israel telah melakukan hal tersebut sebelumnya dan bersedia mengulanginya.
Pernyataan itu disampaikan menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober 2026. Netanyahu turut mengaitkan hasil pemilu dengan kelanjutan operasi militer Israel dengan menyebut bahwa ujian dalam pemilihan tersebut ialah siapa yang akan menuntaskan pekerjaan itu.




















