Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Palestina Desak Aksi Internasional Usai Pemukim Serang Diplomat Eropa
ilustrasi bendera Palestina (pexels.com/Alfo Medeiros)
  • Delegasi diplomat Eropa dan perwakilan Gereja Katolik diserang pemukim Israel bertopeng dekat Taybeh, Tepi Barat; kendaraan konsuler Belgia dirusak dan aparat dilaporkan tiba setelah tiga jam.
  • Palestina menuntut aksi internasional, perlindungan warga dan perwakilan asing, serta pertanggungjawaban pelaku; Otoritas Palestina menuduh pemerintah Israel melindungi penyerang dan membiarkan impunitas.
  • Uni Eropa mendesak akuntabilitas, pencegahan kekerasan, serta kepatuhan Israel pada hukum internasional; serangan pemukim meningkat selama panen zaitun, dengan 40 pelanggaran tercatat pada 17 Oktober.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Delegasi diplomatik sejumlah negara Eropa dan perwakilan Gereja Katolik diserang oleh kelompok pemukim Israel di dekat Kota Taybeh, sebelah timur Ramallah, Tepi Barat, Sabtu (17/10/2026). Peristiwa penyerangan tersebut memicu desakan dari pihak Palestina agar komunitas internasional segera mengambil tindakan nyata.

Kementerian Luar Negeri Palestina menuntut langkah konkret dari komunitas internasional untuk melindungi warga Palestina serta perwakilan asing, sekaligus meminta pertanggungjawaban para pelaku. Otoritas Palestina juga menuduh pemerintah Israel melindungi para penyerang dan membiarkan iklim impunitas terus berlangsung di wilayah pendudukan.

1. Rombongan delegasi dikepung dan kendaraan dirusak

ilustrasi pria bertopeng (pexels.com/Anna Shvets)

Rombongan yang dihadang pemukim mencakup konsul Prancis dan Belgia, perwakilan Polandia, pejabat Gereja Katolik, serta seorang wali kota asal Prancis. Berdasarkan laporan radio militer Israel yang dilansir Anadolu, sebanyak tujuh penyerang bertopeng datang menggunakan kendaraan off-road lalu mengepung sebuah mobil diplomatik. Para pelaku sempat meminta tanda pengenal dari penumpang sebelum akhirnya memecahkan kaca jendela kendaraan konsuler milik Belgia.

Rekaman media setempat memperlihatkan para pemukim bertopeng membawa tongkat dan batu saat mengancam para penumpang di dalam iring-iringan mobil delegasi. Radio militer Israel melaporkan bahwa pasukan militer dan polisi Israel tidak tiba di tempat kejadian selama tiga jam, meski telah menerima koordinat lokasi serta rekaman video dalam hitungan menit. Di sisi lain, pihak militer Israel berdalih bahwa kunjungan delegasi tersebut tidak dikoordinasikan sebelumnya dan tidak ada tentara yang berada di lokasi.

2. Uni Eropa tuntut akuntabilitas dan kepatuhan hukum

bendera Uni Eropa (unplash.com/ALEXANDRE LALLEMAND)

Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Kaja Kallas mengecam rangkaian serangan pemukim di Tepi Barat pada Minggu (18/10/2026). Kallas menegaskan perlunya memastikan akuntabilitas penuh bagi para pelaku rentetan serangan tersebut, termasuk yang menyasar diplomat Eropa. Dia juga menyerukan penerapan langkah-langkah efektif demi mencegah kekerasan dan gangguan yang terus dihadapi warga Palestina, termasuk saat musim panen zaitun serta serangan yang menyasar para jurnalis.

Kallas mendesak otoritas pendudukan Israel agar sepenuhnya mematuhi hukum humaniter internasional, hukum hak asasi manusia, serta menghentikan perluasan permukiman. Desakan tersebut disampaikan setelah kelompok pemukim bertopeng bersenjatakan pentungan menyerang delegasi misi diplomatik Eropa yang hendak meninggalkan Desa Taybeh, sebagaimana dilaporkan WAFA.

3. Serangan pemukim Israel meningkat saat musim panen zaitun

Pemukim Israel dari gerakan "Hilltop Youth" berdiri di lahan warga Palestina, Mukhmas, 2024. (מסתכלים לכיבוש בעיניים, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Pihak militer Israel menggambarkan serangan terhadap rombongan delegasi tersebut sebagai "insiden kekerasan yang serius". Sementara itu, Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh menyebut serangan tersebut merupakan contoh dari kekerasan yang dihadapi rakyat Palestina setiap hari dan menuntut respons internasional yang tegas. Kementerian Luar Negeri Palestina turut menyatakan bahwa peristiwa itu menjadi bukti lebih lanjut dari praktik "terorisme pemukim terorganisir".

Aksi penyerangan oleh pemukim dilaporkan semakin intensif bersamaan dengan berlangsungnya musim panen zaitun yang telah dimulai sejak awal bulan ini. Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina mencatat sebanyak empat puluh serangan dan pelanggaran dilakukan oleh pasukan serta pemukim Israel pada Sabtu (17/10/2026). Rangkaian serangan tersebut menargetkan para petani lokal, lahan pertanian, hingga hasil tanaman buah zaitun milik warga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article