Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Diplomat Eropa Mengaku Diserang Pemukim Israel di Tepi Barat

3 min read
Diplomat Eropa Mengaku Diserang Pemukim Israel di Tepi Barat
Pemukim Israel dari gerakan "Hilltop Youth" berdiri di lahan warga Palestina, Mukhmas, 2024. (מסתכלים לכיבוש בעיניים, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Kepolisian Israel menyelidiki dugaan serangan pemukim terhadap rombongan diplomat Eropa di dekat Desa Taybeh, Tepi Barat, setelah video insiden beredar.
  • Belgia dan Prancis melaporkan diplomat serta wali kota Bernard Baudoux diserang; kendaraan diplomatik Belgia rusak, sementara seluruh anggota rombongan dilaporkan selamat.
  • Militer Israel mengecam kekerasan dan mencari tersangka, sedangkan kantor Netanyahu meminta bukti kuat; Polandia mengutuk insiden di tengah peningkatan kekerasan pemukim di Tepi Barat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Israel meluncurkan penyelidikan setelah sejumlah diplomat Eropa mengaku diserang oleh pemukim Israel saat berkunjung ke Tepi Barat, Sabtu (17/10/2026). Langkah penyelidikan ini diambil aparat kepolisian usai beredarnya rekaman video di dunia maya yang memperlihatkan dugaan serangan terhadap para diplomat di dekat Desa Taybeh.

Dilansir CBS News, rombongan tersebut mencakup perwakilan diplomatik asal Prancis, Belgia, Polandia, perwakilan Katolik, serta seorang wali kota asal Prancis. Di sisi lain, Kantor Perdana Menteri Israel mendesak semua pihak berhati-hati sebelum menarik kesimpulan dan menyebut laporan ini muncul di tengah kekhawatiran kampanye pencemaran nama baik.

  1. 1. Klaim Menteri Luar Negeri Belgia dan kesaksian wali kota Prancis

    Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot
    Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot (Arlington National Cemetery, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prevot, mengklaim melalui media sosial bahwa pemukim Israel menargetkan konsul jenderal Belgia, diplomat Prancis, diplomat Polandia, serta perwakilan Katolik. Prevot menyatakan seorang wali kota asal Prancis diserang dan satu kendaraan diplomatik milik Belgia mengalami kerusakan, kendati seluruh anggota tim dilaporkan selamat. "Memanen zaitun, meliput berita, atau menjalankan tugas diplomatik seharusnya tidak pernah menempatkan siapa pun pada risiko serangan," tulis Prevot.

    Wali Kota Aulnoye-Aymeries asal Prancis utara, Bernard Baudoux, menerangkan kepada AFP bahwa dia diserang saat menjalani kunjungan niat baik di Desa Taybeh. Baudoux mengaku ditendang, dipukul dengan batang besi, dan dihempaskan ke tanah oleh para penyerang, kendati dia tidak mengalami luka serius. "Sifat kekerasan tanpa alasan inilah yang mengejutkan saya," ujar Baudoux seraya menambahkan bahwa para pelaku tiba dalam keadaan sangat murka.

  2. 2. Respons kantor Benjamin Netanyahu dan sikap militer Israel

    Polisi Israel
    Polisi Israel (Israel Police, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

    Kepolisian Israel menegaskan komitmen mereka untuk mengejar proses hukum hingga tuntas serta memastikan semua pihak yang terlibat dalam insiden tersebut diadili. Militer Israel turut mengecam aksi kekerasan berat terhadap perwakilan diplomatik oleh perusuh Israel, sembari menjelaskan rombongan tersebut masuk tanpa koordinasi militer sebelumnya dan tidak ada tentara di tempat kejadian. Penegak hukum setempat menyatakan tengah mengidentifikasi para tersangka sekaligus berupaya melacak para korban.

    Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan segala bentuk kekerasan terhadap diplomat tidak dapat diterima, namun menuntut adanya bukti kuat sebelum mengambil kesimpulan. Lembaga tersebut menerangkan bahwa rekaman video orang bertopeng tidak dapat membuktikan seluruh rangkaian kejadian atau menentukan tanggung jawab perorangan secara mutlak. Pihak Netanyahu juga menyinggung kekhawatiran adanya kampanye terkoordinasi untuk mencoreng citra Israel selama musim panen zaitun tahunan, serta menyebut Baudoux sebelumnya pernah diperintahkan otoritas Prancis menurunkan bendera Palestina di balai kotanya.

  3. 3. Pernyataan Kementerian Luar Negeri Polandia dan eskalasi kekerasan

    ilustrasi bendera Polandia
    ilustrasi bendera Polandia (unsplash.com/Timelab)

    Kementerian Luar Negeri Polandia mengonfirmasi peristiwa tersebut melalui media sosial dan menyatakan para perwakilannya selamat tanpa luka. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun otoritas Warsawa, pemukim Israel diduga bertanggung jawab, tetapi tidak terdapat indikasi bahwa perwakilan diplomatik Polandia menjadi sasaran secara spesifik. Melalui pernyataan di media sosial, Kemenlu Polandia mengutuk keras insiden tersebut dan menegaskan bahwa serangan terhadap korps diplomatik sama sekali tidak dapat diterima.

    Dilansir CBS News, data kantor urusan kemanusiaan PBB (OCHA) menunjukkan kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat terus melonjak, khususnya sejak pembentukan pemerintahan sayap kanan pada akhir tahun 2022. Insiden terhadap para diplomat ini terjadi sehari setelah seorang jurnalis foto lepas asal Amerika Serikat bernama Heidi Levine menderita luka berat akibat serangan serupa pada hari Jumat (16/10/2026) . Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, mengecam keras serangan terhadap jurnalis perempuan itu dan menyebutnya sebagai aksi teror keji oleh para pengecut bertopeng.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More