Gebran Bassil, ketua partai FPM Lebanon (twitter.com/Suat Kılıçtaş)
Berri adalah saingan lama Bassil yang menuduhnya menggunakan kekuasaan di parlemen untuk memblokir beberapa rancangan undang-undangnya.
Melansir Arab News, Bassil juga mengklaim bahwa partainya adalah satu-satunya pihak yang menentang proyek Barat seperti “deal of the century” yang merupakan rencana perdamaian di Timur Tengah dan dicetuskan oleh mantan presiden AS Donald Trump.
Baru-baru ini, Hizbullah dan AMAL secara luas mengkritik penyelidikan ledakan pelabuhan Beirut yang terjadi tahun lalu. Mereka menuduh keputusan hakim bias terhadap sekutu mereka dimana posisinya itu bertentangan dengan partai Bassil.
Hizbullah telah meminta hakim untuk dicopot yang menyebabkan kelumpuhan dalam pemerintahan. Bentrokan pada bulan Oktober yang melibatkan pendukung AMAL dan Hizbullah melawan orang-orang bersenjata Kristen dipicu oleh perselisihan investigasi dan hubungan yang semakin tegang dengan partai Bassil yang menuduh AMAL melakukan kekerasan.
Bassil mengkritik Hizbullah karena tidak mendukung partainya pada undang-undang reformasi yang katanya bertujuan untuk memberantas korupsi dan memastikan kebijakan keuangan yang terdesentralisasi, atau dalam upaya untuk melindungi kekuasaan konstitusional presiden. Dia juga menyalahkan Berri atas keretakan hubungan tersebut.
“Dapat dimengerti mengapa Amerika ingin menyudutkan Hizbullah, tetapi tidak dapat dimengerti mengapa (Hizbullah) ingin menyudutkan diri mereka sendiri,” kata Bassil tentang aliansi Hizbullah dengan Berri.