Dari Nostalgia ke Kota Global, Ini Rencana Besar Pemprov DKI untuk Kota Tua

- Pemprov DKI Jakarta menargetkan MRT tersambung ke Kota Tua pada 2029 untuk memperkuat konektivitas, mengurangi kemacetan, dan mendorong lebih banyak wisatawan berkunjung.
- Revitalisasi Kota Tua diarahkan menjadi ruang publik aktif dengan empat fungsi utama: edukasi, ekonomi kreatif, budaya-pariwisata, serta integrasi transportasi publik.
- Penataan kawasan difokuskan pada Alun-alun Fatahillah dan Museum Bahari agar Kota Tua menjadi destinasi global yang tertib, nyaman, dan hidup sepanjang hari.
Kota Tua Jakarta masih menjadi salah satu destinasi favorit warga, mulai dari berburu foto estetik, menikmati wisata sejarah, hingga sekadar duduk santai di ruang publik bernuansa tempo dulu.
Namun, di balik pesonanya sebagai kawasan bersejarah, Kota Tua menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari sisi aksesibilitas dan konektivitas transportasi. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan langkah besar melalui pengembangan MRT Jakarta yang ditargetkan terhubung ke kawasan Kota Tua pada 2029.
Kehadiran MRT juga diharapkan menjadi penggerak utama transformasi Kota Tua agar lebih hidup dan berkembang sebagai destinasi wisata kelas dunia.
1. MRT siap jadi game changer Kota Tua

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai kehadiran MRT di Kota Tua akan membawa perubahan besar bagi kawasan bersejarah tersebut. Menurutnya, akses transportasi publik yang semakin mudah akan mendorong lebih banyak masyarakat maupun wisatawan untuk berkunjung.
“Game changer Kota Tua adalah MRT. Ketika MRT tersambung hingga Kota Tua pada 2029, kawasan ini akan berubah secara signifikan,” ujarnya.
MRT akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lain melalui konsep transit-oriented development (TOD). Dengan begitu, masyarakat dapat menjangkau Kota Tua dengan lebih praktis tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Selain memperkuat konektivitas, pengembangan transportasi publik diharapkan membantu mengurangi kemacetan dan emisi karbon di ibu kota.
2. Kota Tua lebih dari sekadar tempat wisata sejarah

Revitalisasi Kota Tua yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta tidak hanya fokus pada aspek pariwisata. Kawasan ini diarahkan menjadi ruang publik yang lebih aktif, produktif, sehingga membawa manfaat ekonomi bagi warga.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan, pengembangan Kota Tua bertumpu pada empat fungsi utama, yakni sebagai pusat edukasi, ekonomi kreatif, budaya dan pariwisata, serta kawasan yang terhubung dengan transportasi publik.
Kota Tua ke depan tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati bangunan bersejarah, tetapi juga ruang bagi komunitas kreatif, pelaku usaha, seniman, hingga masyarakat yang ingin menikmati berbagai aktivitas budaya.
3. Disiapkan menjadi destinasi global

Bagi Pemprov DKI Jakarta, masa depan Jakarta tidak hanya dibangun melalui gedung pencakar langit dan kawasan bisnis modern. Nilai sejarah dan budaya juga menjadi modal penting untuk meningkatkan daya tarik kota di tingkat global.
Karena itu, penataan Kota Tua akan difokuskan pada kawasan inti, termasuk Alun-alun Fatahillah dan Museum Bahari. Penataan area parkir, jalur pedestrian, serta aktivitas pedagang kaki lima juga menjadi bagian dari upaya menciptakan kawasan yang lebih tertib dan nyaman bagi pengunjung.
Kota Tua diharapkan tidak hanya ramai saat akhir pekan. Kawasan ini ditargetkan menjadi ruang publik yang hidup sepanjang hari, mudah dijangkau dengan transportasi publik, serta semakin menarik bagi wisatawan dari dalam maupun luar negeri.
Selain Kota Tua, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjaga kawasan cagar budaya lain seperti Pasar Baru dan Glodok agar tetap menjadi bagian penting dari identitas Jakarta.
Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, beberapa tahun mendatang warga tak hanya datang ke Kota Tua dan sekitarnya untuk bernostalgia. Kawasan bersejarah ini berpeluang menjelma menjadi ruang publik modern yang tetap menjaga jejak masa lalu Jakarta, sekaligus menjadi salah satu wajah kota global yang tengah dibangun menuju usia lima abad pada 2027. (WEB)

















