ilustrasi bendera Suriah (commons.m.wikimedia.org/أبو بكر السوري)
Utusan Khusus AS untuk Suriah Tom Barrack sebelumnya mengunjungi Damaskus dan menggelar pertemuan dengan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, Menteri Luar Negeri Asaad al-Shaibani, serta sejumlah pejabat lainnya. Pertemuan tersebut membahas situasi di Aleppo dan tahapan lanjutan dalam proses transisi besar yang tengah berlangsung di Suriah.
Melalui pernyataan di platform X, Barrack menyampaikan bahwa Trump telah menyetujui pencabutan sanksi agar Suriah memperoleh kesempatan untuk melangkah maju. Ia menegaskan dukungan AS terhadap pemerintahan Suriah dalam upaya menstabilkan negara dan membangun kembali institusi nasional.
“Pemerintah AS menyambut baik transisi bersejarah Suriah dan menyampaikan dukungannya kepada pemerintah Suriah di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa saat bekerja untuk menstabilkan negara, membangun kembali institusi nasional, dan memenuhi aspirasi semua rakyat Suriah akan perdamaian, keamanan, dan kemakmuran,” tulis Barrack, dikutip dari Fox News.
Barrack juga menegaskan komitmen pemerintah Suriah terhadap kesepakatan integrasi yang ditandatangani pada Maret 2025 bersama Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Meski demikian, ia menyampaikan keprihatinan serius atas sejumlah perkembangan di Aleppo yang dinilai bertentangan dengan kesepakatan tersebut.
Ia menambahkan bahwa AS mendesak seluruh pihak untuk menahan diri, menghentikan permusuhan, dan kembali ke dialog sesuai perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. Barrack memperingatkan bahwa kekerasan berisiko merusak kemajuan pascarezim Assad dan membuka peluang campur tangan eksternal yang merugikan semua pihak.
“Kekerasan berisiko merusak kemajuan yang telah dicapai sejak jatuhnya rezim Assad dan mengundang campur tangan eksternal yang tidak menguntungkan pihak mana pun. … Tujuan tetap adalah Suriah yang berdaulat dan bersatu—damai dengan dirinya sendiri dan tetangganya—di mana kesetaraan, keadilan, dan kesempatan diberikan kepada seluruh rakyatnya,” tambahnya.