Sejak 2 dekade terakhir, jumlah migran yang datang di perbatasan AS-Meksiko berada di kenaikan tertingginya, termasuk anak-anak yang tanpa pendamping. Sumber: twitter.com/ntvuganda
Persentase anak migran tanpa pendamping melonjak ke 67 persen pada 2025 dari 51 persen pada 2024, meski total kedatangan anak via jalur darat dan laut turun 25 persen. Lebih dari 20 ribu dari 31,1 ribu anak yang masuk Bulgaria, Siprus, Yunani, Italia, Malta, dan Spanyol berstatus tanpa wali sah, dengan rincian 78 persen laki-laki dan 22 persen perempuan.
Italia dan Spanyol menghadapi situasi terberat dengan 86 persen anak tiba sendirian, sementara kedatangan ke Italia naik 12 persen yang didominasi asal Mesir, Eritrea, Bangladesh, dan Somalia.
"Anak-anak menempuh perjalanan sulit dan berbahaya tanpa didampingi orang tua atau wali di sisi mereka," kata Direktur Jenderal Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Amy Pope.