Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PBB Sebut Lalu Lintas Selat Hormuz Mulai Meningkat, Meski Belum Normal
ilustrasi selat hormuz yang jadi zona risiko konflik (commons.wikimedia.org/Alex R. Forster/U.S. Navy)
  • UNCTAD dan Windward mencatat peningkatan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz, dari 11 menjadi 16 kapal per hari, meski lalu lintas masih jauh di bawah kondisi normal.
  • Sebagian besar kapal menggunakan rute melalui Pulau Larak dekat pantai Iran, dengan 62 persen di antaranya merupakan armada tanker bayangan Iran yang terkena sanksi Barat.
  • Penurunan hingga 95 persen aktivitas pelayaran sejak konflik AS-Israel dan Iran menunjukkan dampak besar terhadap jalur vital perdagangan minyak global di Selat Hormuz.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
28 Februari 2026

Serangan gabungan AS dan Israel ke Iran memicu konflik yang menyebabkan gangguan besar di Selat Hormuz.

Februari 2026

Sebelum konflik, rata-rata sekitar 130 kapal per hari melintasi Selat Hormuz.

Maret 2026

Jumlah kapal yang melintas turun drastis menjadi hanya sekitar 6 kapal per hari akibat blokade Iran.

1 April 2026

Sebanyak 16 kapal tercatat melewati Selat Hormuz melalui rute Pulau Larak, meningkat dari 11 kapal sehari sebelumnya.

2 April 2026

UNCTAD dan Windward melaporkan peningkatan lalu lintas di Selat Hormuz selama tiga hari berturut-turut, meski masih jauh dari kondisi normal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Lalu lintas kapal di Selat Hormuz mulai meningkat setelah sempat menurun drastis akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, meski jumlah kapal yang melintas masih jauh dari kondisi normal.
  • Who?
    Badan Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) serta perusahaan intelijen maritim Windward mencatat peningkatan aktivitas kapal, termasuk armada tanker bayangan Iran yang dikenai sanksi Barat.
  • Where?
    Peningkatan lalu lintas terjadi di Selat Hormuz, khususnya pada rute melalui Pulau Larak yang berada dekat garis pantai Iran.
  • When?
    Peningkatan tercatat pada 1 April 2026 dengan laporan disampaikan pada Kamis, 2 April 2026. Aktivitas meningkat selama tiga hari berturut-turut sebelumnya.
  • Why?
    Kenaikan lalu lintas didorong oleh negosiasi sejumlah negara dengan Iran untuk mengamankan jalur pelayaran setelah gangguan besar akibat serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada akhir Februari 2026.
  • How?
    Sebanyak 16 kapal melewati Selat Hormuz menggunakan koridor berbasis izin di sekitar Pulau Larak. Sebagian besar merupakan kapal yang terkena sanksi Barat dan bersiap untuk pemuatan lebih lanjut di wilayah tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sekarang sudah ada lebih banyak kapal yang lewat di Selat Hormuz, tapi belum seperti dulu. Dulu banyak sekali kapal minyak lewat sana, tapi waktu Amerika dan Israel menyerang Iran, Iran marah dan menutup jalan laut itu. Sekarang pelan-pelan kapal mulai jalan lagi dekat pantai Iran, tapi masih belum ramai seperti biasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meningkatnya jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz menunjukkan tanda awal pemulihan aktivitas maritim di kawasan strategis tersebut. Data dari UNCTAD dan Windward menggambarkan adanya stabilisasi bertahap, dengan tiga hari peningkatan beruntun serta negosiasi aktif antara berbagai negara dan Iran yang membuka peluang bagi kelancaran perdagangan energi internasional ke depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) serta perusahaan intelijen maritim Windward mencatat sudah lebih banyak kapal yang mulai melewati Selat Hormuz. Meski begitu, lalu lintas di perairan strategis tersebut masih jauh di bawah kondisi normal dari sebelum terjadinya perang antara AS-Israel dan Iran.

Melansir ANTARA, pada Kamis (2/4/2026), Windward menyatakan sebanyak 16 kapal melalui Selat Hormuz pada 1 April, naik dari 11 kapal yang melintas sehari sebelumnya. Jumlah kapal yang melintasi selat tersebut telah meningkat dalam tiga hari berturut-turut.

Perusahaan tersebut mencatat bahwa keseluruhan 16 kapal menggunakan rute melalui Pulau Larak, yang digambarkan sebagai koridor berbasis izin yang berada dekat dengan garis pantai Iran.

"Kapal-kapal yang dikenai sanksi Barat mencakup 62 persen dari transit pada 1 April karena armada tanker bayangan Iran yang masuk bersiap untuk pemuatan lebih lanjut," catatnya.

Pola tersebut menunjukkan bahwa lebih banyak negara sedang bernegosiasi dengan Iran untuk mengamankan jalur bagi kapal melalui Selat Hormuz, meningkatkan kemungkinan bahwa volume transit dapat meningkat lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang, kata Windward.

Meskipun meningkat, lalu lintas melalui selat tersebut masih jauh di bawah tingkat normal. UNCTAD mengatakan bahwa transit kapal melalui Hormuz turun dari sekitar 130 kapal per hari pada Februari, menjadi hanya 6 kapal pada Maret.

Penurunan sekitar 95 persen lalu lintas di Selat Hormuz menegaskan gangguan yang nyata sejak konflik dimulai dari serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.

Selat Hormuz adalah salah satu jalur maritim paling penting di dunia, yang dilintasi sekitar seperempat perdagangan minyak global melalui laut serta volume gas alam cair dan pupuk yang signifikan.

Sekitar 20 juta barel minyak dulunya melewati selat ini setiap hari, sebelum Iran memberlakukan blokade dan mengendalikan Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan AS-Israel.

Editorial Team