Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PBB Temukan Indikasi Genosida oleh Milisi RSF di Sudan
Ilustrasi bendera PBB (magnific.com/recstockfootage)
  • PBB menemukan bukti kuat milisi RSF melakukan pembunuhan massal terhadap etnis non-Arab di El Fasher, menunjukkan pola tindakan sistematis yang mengarah pada genosida.
  • Laporan mencatat kekerasan seksual dan blokade bantuan kemanusiaan oleh RSF, menyebabkan kelaparan serta meningkatnya korban jiwa di kalangan anak-anak dan lansia.
  • PBB memperingatkan taktik pengepungan baru di El Obeid dengan serangan drone terhadap infrastruktur vital, membuat ratusan ribu warga terjebak tanpa akses kesehatan dan kebutuhan dasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis laporan investigasi terbaru mengenai dugaan pelanggaran HAM berat di Sudan pada Rabu (8/7/2026). Temuan tim pencari fakta menunjukkan adanya tindakan sistematis oleh milisi yang mengarah pada genosida terhadap warga sipil.

Laporan ini diterbitkan untuk mendesak masyarakat internasional agar segera memberikan perlindungan kepada warga. Saat ini, krisis kemanusiaan di wilayah konflik tersebut terus memburuk akibat peningkatan pertempuran yang mengancam keselamatan penduduk.

1. Dugaan pembunuhan massal berdasarkan etnis oleh milisi RSF

Tim Pencari Fakta Independen PBB menemukan bukti bahwa milisi Rapid Support Forces (RSF) melakukan kekejaman di Kota El Fasher. Pasukan paramiliter ini menguasai kota tersebut pada akhir Oktober tahun lalu setelah melakukan pengepungan selama 18 bulan.

Serangan milisi tersebut sengaja menyasar kelompok non-Arab, seperti etnis Zaghawa dan Fur. Selain merusak fasilitas pengungsian dan rumah sakit, milisi dilaporkan melakukan eksekusi mati di jalanan berdasarkan suku korban.

"Tindakan ini merupakan bagian dari operasi terencana dan terorganisasi yang menunjukkan ciri-ciri genosida," kata Ketua Misi Pencari Fakta untuk Sudan, Mohamed Chande Othman, dilansir UN News.

2. Taktik kekerasan seksual dan blokade bantuan kemanusiaan

Laporan PBB juga mencatat penculikan sistematis serta pemerkosaan massal terhadap perempuan dan anak-anak oleh milisi RSF. Tindakan keji ini diduga digunakan sebagai alat untuk meneror kelompok minoritas di area konflik.

Selain kekerasan fisik, pasukan RSF terbukti sengaja memutus total jalur bantuan kemanusiaan untuk memicu kelaparan. Blokade tersebut menyebabkan angka kematian melonjak, terutama di kalangan anak-anak dan lansia.

"Penderitaan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan penderitaan nyata warga yang mengalami kekerasan luar biasa," ujar Anggota Ahli Misi Pencari Fakta, Joy Ngozi Ezeilo.

3. Ancaman taktik pengepungan baru di Kota El Obeid

PBB memperingatkan bahwa taktik pengepungan di El Fasher kini mulai diterapkan di kota strategis El Obeid. Pasukan milisi telah mengepung kota tersebut dan menyerang jaringan listrik serta air bersih menggunakan pesawat tanpa awak (drone).

Kondisi keamanan yang memburuk membuat ratusan ribu penduduk terjebak tanpa layanan kesehatan yang layak. Kelangkaan bahan bakar juga melambungkan tarif transportasi, sementara warga yang melarikan diri berisiko diculik di perjalanan.

"Dunia internasional harus bertindak cepat untuk mencegah kekejaman baru. El Obeid tidak boleh menjadi sasaran pembantaian berikutnya," tegas Anggota Ahli Misi Pencari Fakta, Mona Rishmawi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article