Normalisasi Ciliwung Dikebut, Pramono Gelontorkan Rp300 Miliar

- Pemprov DKI Jakarta menyiapkan Rp300 miliar pada 2026 untuk percepatan pembebasan lahan dalam program normalisasi Kali Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama guna pengendalian banjir jangka panjang.
- Gubernur Pramono Anung menargetkan 170 bidang tanah dibebaskan tahun ini agar pembangunan tanggul sepanjang 33,69 km bisa dilanjutkan dan memperkuat sistem pengendalian banjir di Jakarta.
- Pembebasan lahan difokuskan di Kelurahan Cawang, Rawajati, Pengadegan, dan Cililitan sebagai tahap awal dari total 14 kelurahan yang akan menjadi bagian proyek normalisasi sungai.
Jakarta, IDN Times – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 miliar pada 2026 untuk mempercepat pembebasan lahan, sebagai bagian dari program normalisasi Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung pembebasan lahan sekaligus penanganan tiga sungai yang menjadi bagian dari upaya pengendalian banjir jangka menengah dan panjang.
"Anggaran pembebasan lahan tahun ini sebesar Rp300 miliar. Bangunan yang sudah dibebaskan akan segera dibersihkan, termasuk seluruh target 170 bangunan tersebut," kata Pramono usai meninjau progres pembebasan lahan di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026)
1. Pramono targetkan tahun ini 170 bidang tanah dibebaskan

Pramono mengatakan, program normalisasi Kali Ciliwung sempat terhenti selama beberapa tahun. Menurut Pramono, untuk melanjutkan pembangunan tanggul sekaligus memperkuat upaya pengendalian banjir di Jakarta, masih diperlukan 16,55 km tanah untuk dibebaskan dari 33,69 km rencana tanggul yang akan dibangun, .
“Alhamdulillah, di RW 03 Kelurahan Cawang ini dari target 170 bidang, telah selesai 62 bidang. Namun, hingga akhir tahun ini kami menargetkan seluruh proses pembebasan dapat diselesaikan,” ujar Pramono.
2. Untuk mengoptimalkan penanggulangan banjir Jakarta

Ia berharap, percepatan pembebasan lahan dapat mengoptimalkan langkah pengendalian banjir oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta yang selama ini sempat terkendala.
”Program ini merupakan kelanjutan dari normalisasi yang sempat terhenti cukup lama. Mudah-mudahan upaya ini dapat memperbesar kapasitas aliran sungai sehingga ketika terjadi banjir, dampaknya tidak lagi seperti sebelumnya,” ujarnya.
3. Sejumlah lokasi tanah yang ditetapkan untuk dibebaskan

Sepanjang 2026, Pemprov DKI Jakarta melakukan proses pembebasan lahan sepanjang dua kilometer yang berada di Kelurahan Cawang, Rawajati, dan Pengadegan.
Proses pembebasan lahan di Kelurahan Cawang menjadi percontohan model pembebasan lainnya yang akan dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta di 14 kelurahan.
Empat Lokasi yang telah ditetapkan untuk dibebaskan yaitu Kelurahan Cawang, Rawajati, Pengadegan, dan Cililitan. Sementara sepuluh kelurahan lainnya masih dalam proses penyusunan dokumen pengadaan tanah sebelum penetapan lokasi.


















