ilustrasi menstruasi, pembalut (pexels.com/Polina Zimmerman)
Sebagai bagian dari upaya perbaikan, Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Korea Selatan sedang menyiapkan proyek percontohan bernama “Public Menstrual Pads Dream”. Program ini bertujuan memperluas akses terhadap produk menstruasi dan gak hanya ditujukan bagi kelompok rentan. Pendekatan tersebut menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah terhadap kebutuhan menstruasi sebagai bagian dari sistem kesehatan publik.
Mulai Juli mendatang, pemerintah berencana memasang dispenser pembalut gratis di berbagai fasilitas umum seperti perpustakaan, pusat komunitas, pusat pemuda, dan klinik kesehatan di sejumlah wilayah terpilih. Program ini mendapatkan alokasi dana negara sebesar 3,2 miliar won atau sekitar Rp38 miliar pada 2026. Meski dianggap sebagai langkah maju, para pegiat hak perempuan menilai kebijakan tersebut masih perlu dilengkapi dengan edukasi menstruasi, penelitian kesehatan perempuan, perlindungan di tempat kerja, serta regulasi keamanan produk yang lebih kuat. Mereka juga mendorong agar akses terhadap produk menstruasi dapat dijamin secara lebih merata sehingga tidak bergantung pada kondisi ekonomi maupun lokasi tempat tinggal seseorang.
Perjalanan Korea Selatan dalam memperjuangkan hak menstruasi menunjukkan bahwa persoalan ini jauh lebih luas daripada sekadar pembalut atau siklus bulanan. Harga produk yang tinggi, akses yang belum merata, keamanan produk, hingga stigma sosial menjadi tantangan yang saling berkaitan. Berbagai langkah yang mulai dilakukan pemerintah menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap menstruasi sebagai bagian dari hak kesehatan dan martabat manusia.
Ke depan, keberhasilan kebijakan tersebut akan sangat bergantung pada kemampuan menghadirkan dukungan yang lebih menyeluruh. Saat kebutuhan menstruasi dipandang sebagai hak dasar, setiap orang memiliki kesempatan yang lebih adil untuk hidup sehat dan nyaman.