Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
pos militer di Lebanon selatan
pos militer di Lebanon selatan (Mr.moyal, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Pejabat Lebanon kutuk aksi pelanggaran kedaulatan tersebut.

  • IDF menyatakan bahwa sistem pengawasannya mendeteksi sekitar 20 warga Israel berkumpul di perbatasan.

  • Dua orang di antaranya melintasi pagar sebelum akhirnya ditahan, dikembalikan ke wilayah Israel, dan kemudian diserahkan kepada polisi untuk penanganan lebih lanjut.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Puluhan pemukim Israel, termasuk perempuan dan anak-anak, menyeberang ke Lebanon selatan pada Kamis (12/2/2026) untuk menyerukan pendirian pemukiman Yahudi di wilayah tersebut. Dua orang di antaranya kemudian ditahan oleh polisi.

Menurut laporan media Israel, para aktivis dari gerakan pemukim sayap kanan Israel, Uri Tzafon, melintasi pagar perbatasan dekat kota Yaroun dan menanam pohon di sana sebagai upaya untuk mempromosikan perluasan permukiman Israel. Mereka menyebut aksi tersebut sebagai langkah moral dan historis yang bertujuan melindungi komunitas Israel di wilayah utara.

Anggota Uri Tzafon menganggap Lebanon selatan sebagian bagian dari tanah leluhur mereka, dan menilai bahwa kehadiran warga sipil di dekat pos-pos militer Israel akan mencegah serangan lintas batas.

“Jika IDF (militer Israel) tidak bertindak tegas, pembantaian penduduk wilayah utara hanya tinggal menunggu waktu saja,” tulis gerakan tersebut dalam surat yang ditujukan kepada kepala staf IDF dan menteri pertahanan serta perdana menteri Israel.

1. Pejabat Lebanon kutuk aksi pelanggaran kedaulatan tersebut

ilustrasi kota di Lebanon (unsplash.com/Christelle Hayek)

Dilansir dari The Jerussalem Post, IDF menyatakan bahwa sistem pengawasannya mendeteksi sekitar 20 warga Israel berkumpul di perbatasan. Dua orang di antaranya melintasi pagar sebelum akhirnya ditahan, dikembalikan ke wilayah Israel, dan kemudian diserahkan kepada polisi untuk penanganan lebih lanjut.

Namun, laporan media Israel dan video yang beredar di internet menunjukkan bahwa lebih dari dua menyeberang ke wilayah Lebanon dalam aksi tersebut.

Anggota parlemen Beirut Melhem Khalaf mengecam keras insiden tersebut dan menganggapnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara.

“Lebanon bukanlah lahan kosong untuk mengoreksi delusi sejarah, atau halaman belakang untuk proyek pemukiman yang buruk. Lebanon tidak untuk dijual, tidak untuk aneksasi, dan tidak untuk tawar-menawar," tulis Khalaf di media sosial X.

2. Aksi serupa telah beberapa kali terjadi di Lebanon selatan dan Suriah

bendera Israel (unsplash.com/Taylor Brandon)

Dilansir dari The New Arab, Uri Tzafon secara terbuka mengadvokasi aneksasi Israel atas sebagian wilayah Lebanon selatan. Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok yang menerima dukungan finansial dan ideologis signifikan dari kelompok pro-Israel di Amerika Serikat (AS) dan Eropa itu juga menyebarkan peta Lebanon selatan yang diberi nama-nama dalam bahasa Ibrani dan mempromosikan rencana pendirian permukiman di wilayah selatan Sungai Litani.

Pembangunan permukiman di wilayah pendudukan dianggap ilegal berdasarkan Konvensi Jenewa Keempat. Israel sendiri masih menduduki lima titik perbukitan di Lebanon dekat perbatasan, meskipun terdapat gencatan senjata pada November 2024 yang mengatur penarikan penuh pasukannya.

Sebelumnya, kelompok ekstremis Israel juga pernah mencoba melintasi wilayah Suriah dan Lebanon selatan, di mana mereka melakukan aksi provokatif dan menyerukan ekspansi di bawah slogan “Israel Raya.”

3. Pelanggaran gencatan senjata oleh Israel masih terus berlanjut

serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)

Terlepas dari gencatan senjata pada November 2024 yang mengakhiri lebih dari setahun konflik antara Israel dan Hizbullah, pasukan Israel terus melancarkan serangan hampir setiap di beberapa wilayah Lebanon. Pada Kamis, satu orang dilaporkan tewas akibat serangan Israel di kota al-Tiri, Lebanon selatan.

Israel selalu mengklaim bahwa serangannya menargetkan posisi Hizbullah tanpa menyertakan bukti. Sementara itu, Lebanon menyatakan bahwa serangan yang terus berlanjut dan kehadiran militer Israel di wilayah selatan menghambat pengerahan tentara Lebanon ke selatan Sungai Litani, mengganggu upaya rekonstruksi, dan mencegah warga yang mengungsi untuk kembali ke rumah mereka.

Pada Januari 2026, militer Lebanon mengumumkan telah menyelesaikan tahap pertama dari rencana pelucutan senjata Hizbullah di wilayah selatan Litani, sekitar 30 kilometer dari perbatasan Israel. Pemerintah dijadwalkan menggelar pertemuan pada Senin (16/2/2026) untuk meninjau perkembangan lebih lanjut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team