Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perkuat Hubungan, China-Myanmar Teken 18 MoU Kerja Sama
Presiden China Xi Jinping di Brazil pada 2024 (Vice-Presidência da República, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)
  • Xi Jinping dan Min Aung Hlaing bertemu di Beijing untuk memperkuat hubungan strategis China-Myanmar, menegaskan dukungan politik serta komitmen kerja sama di berbagai bidang penting kawasan.
  • Kedua negara menandatangani 18 nota kesepahaman mencakup sektor transportasi, perdagangan, kesehatan, hingga media, sebagai langkah memperluas konektivitas ekonomi dan kolaborasi lintas batas.
  • Myanmar tetap menjadi mitra utama bagi China dalam proyek Belt and Road Initiative dan kerja sama politik regional, meski situasi domestik Myanmar masih diliputi konflik berkepanjangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Februari 2021

Militer Myanmar mengambil alih kekuasaan dari pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi, memicu konflik bersenjata berkepanjangan di berbagai wilayah.

Agustus tahun lalu

Xi Jinping dan Min Aung Hlaing bertemu dalam Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin.

Desember 2025 hingga Januari 2026

Pemilu kontroversial berlangsung di Myanmar, yang kemudian diklaim dimenangkan oleh Min Aung Hlaing.

16 Juni 2026

Presiden China Xi Jinping menerima Presiden Myanmar Min Aung Hlaing di Beijing. Keduanya menggelar pertemuan kenegaraan dan menandatangani 18 nota kesepahaman kerja sama di berbagai sektor.

kini

Hubungan China dan Myanmar semakin erat dengan komitmen memperdalam kerja sama strategis serta dukungan Beijing terhadap stabilitas politik Myanmar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    China dan Myanmar menandatangani 18 nota kesepahaman kerja sama yang mencakup sektor transportasi, perdagangan, penanggulangan bencana, kesehatan, dan media untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
  • Who?
    Presiden China Xi Jinping dan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing memimpin pertemuan serta menyaksikan langsung penandatanganan dokumen kerja sama antara delegasi kedua negara.
  • Where?
    Pertemuan berlangsung di Balai Agung Rakyat atau Great Hall of the People, Beijing, sebagai bagian dari kunjungan kenegaraan Presiden Myanmar ke China.
  • When?
    Pertemuan digelar pada Selasa, 16 Juni 2026, dalam rangkaian kunjungan lima hari Presiden Min Aung Hlaing ke China.
  • Why?
    Kedua negara berupaya memperdalam hubungan strategis dan memperluas kerja sama ekonomi serta politik di tengah dinamika kawasan Asia Tenggara dan situasi internal Myanmar.
  • How?
    Pemerintah China menggelar upacara penyambutan kenegaraan sebelum pertemuan tertutup antara kedua pemimpin yang menghasilkan penandatanganan 18 nota kesepahaman lintas sektor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Presiden China namanya Xi Jinping ketemu Presiden Myanmar namanya Min Aung Hlaing di Beijing. Mereka salaman dan tanda tangan 18 janji kerja bareng tentang dagang, jalan, kesehatan, dan bantuan. Xi bilang mau terus berteman dan kerja sama supaya daerahnya aman dan maju. Sekarang mereka makin akrab dan mau bikin banyak proyek bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Min Aung Hlaing mencerminkan upaya konkret untuk memperkuat hubungan bilateral yang sudah lama terjalin. Penandatanganan 18 nota kesepahaman di berbagai sektor menunjukkan komitmen kedua negara dalam memperluas kerja sama praktis, terutama di bidang konektivitas dan ekonomi regional, yang berpotensi mendukung stabilitas serta pembangunan kawasan secara lebih terpadu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden China Xi Jinping menerima Presiden Myanmar Min Aung Hlaing di Beijing, Selasa (16/6/2026), dalam pertemuan yang menandai penguatan hubungan kedua negara. Pertemuan ini berlangsung di tengah dinamika politik yang masih terjadi di Myanmar.

Dalam pertemuan tersebut, Xi secara terbuka menyampaikan dukungannya terhadap kepemimpinan Min Aung Hlaing dan menegaskan komitmen China untuk memperdalam kerja sama strategis dengan Myanmar di berbagai bidang.

Kunjungan ini menjadi lawatan pertama Min Aung Hlaing ke China sejak dia mengklaim kemenangan dalam pemilu kontroversial yang berlangsung pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Kunjungan selama lima hari itu juga menjadi salah satu agenda diplomatik terpenting Myanmar tahun ini.

Sebelum pembicaraan dimulai, Pemerintah China menggelar upacara penyambutan kenegaraan di Balai Agung Rakyat atau Great Hall of the People. Kedua pemimpin kemudian menggelar pertemuan tertutup yang berlangsung kurang dari satu jam.

Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama yang mencerminkan semakin eratnya hubungan Beijing dan Naypyidaw di tengah berbagai tantangan kawasan.

1. Xi dorong hubungan strategis yang lebih dalam

Presiden China Xi Jinping. (x.com/SpoxCHN_MaoNing)

Xi Jinping menekankan pentingnya menjaga hubungan erat antara kedua negara yang selama ini memiliki kedekatan historis dan kepentingan strategis di kawasan.

Xi menyatakan kesiapannya untuk terus memperkuat peran kepemimpinan kedua negara dalam mengarahkan hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi.

“Saya bersedia untuk terus memperkuat kepemimpinan kami atas hubungan bilateral kedua negara, melanjutkan persahabatan persaudaraan antara kedua rakyat, serta memperdalam kerja sama strategis yang komprehensif,” kata Xi dikutip media pemerintah China, CCTV.

Selain menyoroti hubungan bilateral, Xi juga mengaitkan kerja sama kedua negara dengan upaya menjaga stabilitas kawasan.

Dia mengatakan, hubungan China dan Myanmar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perdamaian dan pembangunan regional di masa mendatang.

Pernyataan tersebut menunjukkan posisi Myanmar yang tetap dipandang penting oleh Beijing dalam berbagai agenda strategis kawasan, termasuk konektivitas ekonomi dan keamanan regional.

2. Teken 18 nota kesepahaman

Bendera Myanmar (pexels.com/aboodi vesakaran)

Usai pertemuan, Xi Jinping dan Min Aung Hlaing menyaksikan penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama antara kedua negara. Kantor berita Xinhua melaporkan, terdapat 18 nota kesepahaman yang ditandatangani.

Kerja sama itu mencakup berbagai sektor, mulai dari transportasi lintas batas, perdagangan bebas, bantuan penanggulangan bencana, kesehatan hingga media. Kesepakatan transportasi menjadi salah satu aspek penting karena berkaitan dengan konektivitas di kawasan Subwilayah Sungai Mekong atau Greater Mekong Subregion yang menghubungkan sejumlah negara Asia Tenggara dengan China.

Penandatanganan dokumen tersebut juga memperlihatkan upaya kedua negara untuk memperluas kerja sama ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Meski rincian teknis dari masing-masing nota kesepahaman belum diumumkan secara rinci, kerja sama tersebut diperkirakan akan mendukung berbagai proyek lintas batas yang selama ini menjadi prioritas Beijing dan Naypyidaw.

3. Myanmar tetap jadi mitra penting Beijing

Pemimpin Junta Militer Myanmar, Min Aung Hlaing. (commons.wikimedia.org/Vadim Savitsky, mil.ru)

China selama ini menjadi salah satu mitra luar negeri terpenting bagi Myanmar, terutama sejak militer mengambil alih kekuasaan dari pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada Februari 2021.

Kudeta tersebut memicu konflik bersenjata berkepanjangan yang hingga kini masih berlangsung di sejumlah wilayah Myanmar. Di tengah situasi itu, Beijing tetap mempertahankan hubungan erat dengan pemerintahan militer Myanmar.

Kementerian Luar Negeri China sebelumnya menyatakan dukungannya terhadap upaya Myanmar untuk menyatukan kekuatan politik domestik dan memulihkan stabilitas nasional.

Selain hubungan politik, Myanmar juga memiliki posisi penting dalam proyek Belt and Road Initiative (BRI) yang digagas China. Salah satu proyek strategis yang telah berjalan adalah jaringan pipa minyak dan gas yang melintasi wilayah Myanmar.

Beijing juga terlibat dalam sejumlah rencana pembangunan infrastruktur besar lainnya, termasuk proyek pelabuhan laut dalam yang menjadi bagian dari koridor ekonomi China-Myanmar.

Pertemuan kali ini merupakan pertemuan kedua antara Xi Jinping dan Min Aung Hlaing dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Sebelumnya, keduanya bertemu saat Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin pada Agustus tahun lalu.

Sejumlah analis menilai intensitas pertemuan tersebut menunjukkan semakin eratnya hubungan Beijing dengan pemerintahan Min Aung Hlaing sekaligus memperlihatkan meningkatnya penerimaan internasional terhadap pemimpin Myanmar tersebut di tengah situasi politik yang masih menjadi sorotan dunia.

Editorial Team

Related Article