Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Israel Serang Gaza meski Hamas Sudah Setuju Pelucutan Senjata

Israel Serang Gaza meski Hamas Sudah Setuju Pelucutan Senjata
pengeboman Kota Gaza (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)
Intinya Sih
  • Serangan Israel di Gaza pada 1-2 Agustus 2026 menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina, menyasar Kota Gaza, Deir el-Balah, Khan Younis, serta permukiman dan tenda pengungsian.
  • Rudal menghancurkan dua gudang obat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, merusak klinik, dan meratakan puluhan tenda. Israel menuduh Hamas menyimpan senjata, sementara rumah sakit membantahnya.
  • Hamas menyetujui pelucutan senjata berat bersyarat penghentian serangan dan penarikan Israel. Israel menuntut pelucutan penuh sebelum mundur, sementara negosiasi penghentian serangan masih berlangsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pasukan Israel kembali melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada Sabtu dan Minggu (1-2/8/2026), yang menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina. Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana pelucutan senjata Hamas.

Rangkaian serangan terbaru menyasar permukiman warga, tenda pengungsian, hingga fasilitas medis penting. Sejumlah pihak khawatir eskalasi akan mengganggu implementasi kesepakatan penghentian perang.

1. Detail serangan Israel di sejumlah lokasi di Gaza

reruntuhan di Kota Gaza
reruntuhan di Kota Gaza (unsplash.com/mhmedbardawil)

Gempuran militer Israel melanda beberapa wilayah Jalur Gaza sejak Sabtu pagi. Di Kota Gaza, serangan pesawat tempur menyasar bagian barat daya dan menewaskan dua orang, sedangkan serangan drone di Sheikh Radwan menewaskan dua warga lainnya.

Serangan udara terus berlanjut hingga Minggu di wilayah selatan dan tengah Gaza. Sebuah helikopter tempur Israel menyerang gedung apartemen di selatan Deir el-Balah hingga menewaskan seorang pria dan wanita.

Selain itu, serangan terpisah di Kota Khan Younis menyebabkan tiga warga tewas. Satu korban jiwa lainnya dilaporkan akibat serangan di kawasan Kota Tua Gaza.

"Sedikitnya tujuh orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka di seluruh Jalur Gaza sejak Sabtu dini hari," ujar Juru bicara lembaga pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Basal, dilansir The New Arab.

2. Gudang obat Rumah Sakit Al-Aqsa hancur dihantam rudal

ilustrasi perbatasan Gaza
ilustrasi perbatasan Gaza (unsplash.com/Emad El Byed)

Salah satu serangan merusak fasilitas penyimpanan obat-obatan milik Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir el-Balah. Ledakan rudal menghancurkan dua dari empat gudang medis dan merusak gedung klinik rawat jalan di sekitarnya.

Hantaman tersebut meninggalkan lubang kawah berdiameter 20 meter dengan kedalaman 10 meter. Ledakan juga meratakan 50 hingga 60 tenda pengungsian yang menampung sekitar 1.000 warga di area rumah sakit.

Militer Israel mengklaim serangan itu ditujukan kepada milisi Hamas yang dituduh menyimpan senjata di sana. Namun, pihak rumah sakit membantah tuduhan tersebut dan menegaskan lokasi itu hanya menyimpan pasokan medis bantuan.

"Pengeboman ini menyebabkan hilangnya cairan infus, obat-obatan, dan perlengkapan untuk unit cuci darah serta perawatan intensif," kata juru bicara Rumah Sakit Al-Aqsa, Khalil al-Daqran, dilansir Anadolu Agency.

3. Perdebatan rencana pelucutan senjata Hamas

perayaan 25 tahun Hamas di Gaza pada 2012
perayaan 25 tahun Hamas di Gaza pada 2012 (Fars Media Corporation, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Serangan terbaru bertepatan dengan publikasi kerangka kerja 15 poin oleh Dewan Perdamaian (BoP) buatan Donald Trump. Rencana tersebut mengatur penyerahan senjata Hamas secara bertahap dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.

Hamas menyetujui penyerahan senjata berat dengan syarat Israel menghentikan serangan dan menarik pasukannya. Sebaliknya, pejabat diplomatik Israel menegaskan tidak akan ada penarikan pasukan tanpa pelucutan senjata penuh dari Hamas.

Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu belum memberikan komentar resmi mengenai proposal perdamaian ini. Namun, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menolak rencana tersebut dan menuntut militer terus memburu para pemimpin Hamas.

Mantan pejabat senior Fatah, Mohammed Dahlan, menyebut negosiasi dengan AS masih berlangsung untuk menghentikan serangan harian. Saat ini, pasukan Israel menguasai lebih dari 60 persen wilayah Gaza dan melumpuhkan 50 persen kapasitas sektor kesehatan. Menurut Al Jazeera, total korban tewas sejak Oktober 2023 kini telah melampaui 73 ribu jiwa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More