Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pilot-Awak Kabin Mogok, Ryanair Batalkan 150 Penerbangan
joe.ie

Frankfurt, IDN Times - Penumpang Ryanair yang dijadwalkan terbang ke dan dari Jerman dibuat repot, Rabu (12/9/2018). Pasalnya Ryanair membatalkan 150 penerbangan dari 400 pesawat yang dijadwalkan terbang ke dan dari Jerman. Waduh, kenapa ya? 

1. Pembatalan penerbangan ini dampak dari aksi mogok para pilot dan awak kabin

lastampa.it

Dilansir BBC dan Independent, para pilot dan awak kabin Ryanair diketahui melakukan aksi mogok 24 jam. Aksi mogok dilakukan karena belum adanya kesepakatan tentang gaji dan kondisi kerja. Sebelumnya aksi mogok ini terjadi di Jerman, Swedia, Irlandia dan Belanda.

Pada Agustus lalu, Ryanair membuat kesepakatan dengan para pilot mengenai gaji dan kondisi kerja ini. Namun sejak saat itu tujuh serikat pekerja yang mewakili awak kabin di Italia, Portugal, Belgia, Spanyol dan Belanda mengancam akan mengambil tindakan jika perusahaan tidak meningkatkan upah dan kondisi kerja. 

2. Ryanair menyebutkan upah yang diterima para pilot Ryanair sudah mencukupi

joe.ie

Kepala Pemasaran Ryanair, Kenny Jacobs dalam konferesi persnya di Frankfurt menyatakan pilot Jerman mendapatkan 190 ribu Euro atau sekitar Rp 3,2 miliar. Perusahaan dirasa sudah cukup manusiawi karena memberikan lima hari kerja dalam seminggu dengan empat akhir pekan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Aksi Pihak perusahaan tidak bisa menerima aksi mogok yang dilakukan para pilot dan awak kabin ini karena mengorbankan pelanggan.

3. Para penumpang yang jadi 'korban' ditawari penerbangan alternatif

news.sky.com

Sebagai bentuk pertanggungjawaban pada penumpang, Ryanair menawarkan penerbangan alternatif. Pihak Ryanair juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang.

Sejauh ini pihak Ryanair berusaha menyelesaikan permasalahan dengan karyawannya. Maskapai Ryanair baru menyetujui kesepakatan dengan pilot Italia dan Irlandia mengenai kondisi kerja dan pengupahan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article