Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden Prabowo di WEF 2026
Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu pembicara kunci di Word Economic Forum (WEF) 2026, di Davos, Swis, Kamis (22/1/2026). (IDN Times/Alya Dwi Achyarini)

Intinya sih...

  • Prabowo menjadi pembicara kunci di Word Economic Forum (WEF) 2026, di Davos, Swiss.

  • Prabowo menyatakan bahwa dunia menghadapi ketidakpastian besar dan perang antarnegara terus terjadi.

  • Prabowo membeberkan kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan baik, dengan pertumbuhan lebih dari 5 persen setiap tahun selama satu dekade terakhir.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Davos, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu pembicara kunci di Word Economic Forum (WEF) 2026, di Davos, Swis. Saat membuka pidatonya, Prabowo mengatakan, sejumlah pemimpin negara berkumpul di Davos, Swiss, saat dunia menghadapi ketidakpastian.

"Hadirin sekalian, kita berkumpul di Davos pada masa penuh ketidakpastian yang besar," ujar Prabowo di hadapan peserta FEF 2026, Kamis (22/1/2026).

Prabowo mengatakan, saat ini perang antarnegara terus terjadi. Hal ini membuat ketidakpastian global semakin nyata.

"Sejarah mengajarkan, perdamaian dan stabilitas adalah aset kita yang paling berharga. Perdamaian dan stabilitas adalah prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran. Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian," kata dia.

Meski menghadapi ketidakpastian global, Prabowo membeberkan kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan baik.

"Sementara dunia menghadapi kondisi keuangan yang mengetat, ketegangan perdagangan, dan ketidakpastian politik, Indonesia terus tumbuh. Ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari 5 persen setiap tahun selama satu dekade terakhir. Dan saya yakin bahwa tahun ini pertumbuhan kita akan lebih tinggi," ucap dia.

Prabowo mengatakan, inflasi Indonesia juga berada di titik aman, sekitar 2 persen. Oleh karenanya, Prabowo yakin, ekonomi Indonesia akan terus tumbuh.

Editorial Team