Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden RI, Prabowo dalam dalam World Economic Forum 2026 di Davos, Swis.
Presiden RI, Prabowo dalam dalam World Economic Forum 2026 di Davos, Swis. (IDN Times/Alya Achyarini)

Intinya sih...

  • Prabowo menjadi pembicara di Annual Meeting WEF 2026 di Davos, Swiss.

  • Prabowo membeberkan pencapaian pemerintahannya yang berusia sekitar 16 bulan.

  • Indonesia selalu terbuka untuk investasi asing dan domestik.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu pimpinan negara yang menjadi pembicara di Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Dalam pidatonya yang berdurasi sekitar 40 menit, Prabowo membeberkan pencapaian pemerintahannya yang berusia sekitar 16 bulan.

Mulai dari angka pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat kemiskinan, hingga program-program strategis seperti Danantara, Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Prabowo mengatakan, Indonesia memiliki kepastian hukum yang adil, di mana pemerintahannya kuat, bersih, dan demokratis. Menurutnya, capaian-capaian itu bukanlah bualan.

“Indonesia saat ini menawarkan pertumbuhan berkelanjutan dengan stabilitas. Kami mungkin sangat sederhana, kami mungkin tidak terlalu menonjol, kami tidak suka pamer, tidak suka membual,” ucap Prabowo.

Dia mengatakan, apa yang diungkapkan dalam pidatonnya memiliki bukti. Prabowo mengaku bangga atas kondisi Indonesia saat ini.

“Kami percaya pada bukti, tindakan berbasis bukti,” tutur Prabowo.

Dia mengaku, dirinya sudah diminta menjadi pembicara dalam WEF sejak gelaran tahun lalu. Namun, ia menolak karena merasa pemerintahannya baru ‘seumur jagung’.

“Mengapa? Karena jika saya datang tahun lalu, saya baru memimpin pemerintahan saya selama dua bulan. Jadi apa yang bisa saya katakan? Saya hanya akan bisa berbicara, memberikan kata-kata manis,” ujar Prabowo.

Atas segala capaian itu, Prabowo menyatakan Indonesia adalah tanah dengan berbagai peluang, yang selalu terbuka untuk investasi asing dan investasi dalam negeri.

“Para delegasi terhormat, teman-teman, pertumbuhan ekonomi membutuhkan sektor swasta yang dinamis. Indonesia selalu dan akan selalu terbuka untuk investasi asing dan domestik. Dan kami menyadari prasyarat investasi adalah stabilitas politik dan ekonomi,” tutur dia.

Editorial Team