Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pidato Prabowo di Davos: RI Yakin Swasembada Jagung dan Gula

Presiden Prabowo di WEF 2026
Presiden Prabowo Subianto saat pidato dalam Word Economic Forum (WEF) 2026, di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (IDN Times/Uni Lubis)
Intinya sih...
  • Prabowo Subianto memamerkan Indonesia mencapai swasembada beras dan siap melangkah lebih jauh di hadapan para pemimpin dunia.
  • Produksi beras nasional kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, dengan target swasembada dalam empat tahun.
  • Berdasarkan data Badan Pangan Nasional, Indonesia bisa memenuhi kebutuhan jagung dan gula nasional dengan stok berlebih dari 2025 serta peningkatan produksi dalam negeri.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memamerkan Indonesia mencapai swasembada pangan di hadapan para pemimpin dunia. Dalam pidatonya pada Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026), Prabowo menyatakan Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras dan siap melangkah lebih jauh.

Di panggung ekonomi global tersebut, Prabowo menekankan produksi beras nasional kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Produksi beras kita adalah yang tertinggi dalam sejarah Indonesia. Saya memberi target untuk swasembada dalam empat tahun. Saya memberi target kepada tim saya. Mereka berhasil melakukannya dalam satu tahun,” kata Prabowo.

Capaian itu bukan klaim sesaat. Prabowo sebelumnya juga menyampaikannya dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pada 23 September 2025. Saat itu, ia memamerkan posisi cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

Dengan capaian itu, Prabowo dengan pede menyatakan dalam empat tahun ke depan Indonesia bisa meraih swasembada jagung, gula, dan komoditas protein.

“Saya yakin dalam empat tahun ke depan, kita akan swasembada produk pangan lainnya. Jagung, gula, protein,” tutur Prabowo.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), untuk di 2026, kebutuhan jagung nasional per bulan sebanyak 1,42 juta ton, atau sekitar 17 juta ton setahun. 

Pemerintah meyakini di 2026 Indonesia bisa memenuhi kebutuhan itu dengan stok berlebih dari 2025 yakni sebanyak 4,52 juta ton, dan produksi yang diperkirakan mencapai 18 juta ton sepanjang tahun ini.

Pada 2024, Indonesia masih mengimpor 1,3 juta ton jagung, naik 45,73 persen dibandingkan 2023 yang tercatat 892,08 ribu ton. Pemerintah menargetkan tren impor tersebut dapat ditekan seiring peningkatan produksi dalam negeri.

Sementara itu, untuk gula konsumsi, Bapanas memperkirakan kebutuhan nasional sepanjang 2026 mencapai 2,84 juta ton. Kebutuhan tersebut diproyeksikan dipenuhi dari sisa stok 2025 sebesar 1,44 juta ton serta produksi nasional yang diperkirakan mencapai 2,72 juta ton.

Meski demikian, data Kementerian Koordinator Bidang Pangan mencatat produksi gula nasional belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pada 2024, rata-rata produksi gula nasional berada di angka 2,46 juta ton, sementara kebutuhan terus meningkat setiap tahun.

Kondisi ini membuat Indonesia masih mengandalkan impor, baik untuk gula konsumsi maupun gula industri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Business

See More

Modal Asing Menyusut, BI Intervensi Jaga Stabilitas Rupiah

22 Jan 2026, 23:50 WIBBusiness