Washington D.C., IDN Times - Presiden Prabowo Subianto blak-blakan menyentil kebiasaan buruk sejumlah institusi pemerintah yang kerap melakukan studi banding ke luar negeri di waktu yang tidak tepat.
Salah satu contoh yang dia soroti adalah kunjungan tim studi banding pengentasan kemiskinan ke Australia. Prabowo merasa heran karena tim tersebut justru dikirim saat Australia, yang merupakan salah satu negara terkaya di dunia, sedang merayakan musim Paskah.
"Lucunya, saat mereka mengirim tim ke sana, saya dengar dari teman-teman saya di Australia, saat itu sedang musim Paskah. Orang Australia sedang libur, jadi tidak ada orang yang bisa diajak diskusi," katanya dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026).
Prabowo menegaskan dirinya ingin segala sesuatu berjalan rasional. Dia juga mengungkap adanya laporan tim studi banding lain yang pergi ke Jepang pada 20 Desember, yang mana sudah memasuki masa libur Natal.
"Ada juga laporan tim studi banding ke Jepang sekitar tanggal 20 Desember, saat itu sudah masa Natal. Hal-hal seperti inilah yang saya coba rasionalkan," tegasnya.
Melihat fenomena tersebut, Prabowo berkomitmen untuk melakukan efisiensi besar-besaran demi kepentingan rakyat. Dia mengeklaim telah berhasil menghemat anggaran negara dalam jumlah yang signifikan.
Langkah konkret yang diambil adalah memangkas biaya perjalanan dinas luar negeri yang selama ini menelan banyak anggaran, mencapai miliaran dolar AS.
"Semua orang ingin melakukan studi banding untuk mempelajari sesuatu di luar Indonesia. Padahal menurut saya masalah Indonesia sudah sangat jelas," ungkapnya.
