Prabowo: 3 Bulan Pertama, Pemerintahan Saya Hemat 18 Miliar Dolar AS

- Presiden Prabowo menghemat anggaran pemerintah sebesar 18 miliar dolar AS dalam tiga bulan pertama memerintah.
- Penghematan berasal dari proyek tak produktif dan pengurangan acara seremonial di semua jajaran pemerintahan.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memamerkan pencapaiannya dalam melakukan efisien anggaran pemerintah. Prabowo mengatakan, dalam tiga bulan pertama sejak awal memerintah pada 20 Oktober 2024, anggaran yang berhasil dihemat sebesar 18 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Hal itu Prabowo sampaikan di acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026).
"Dalam beberapa bulan pertama memimpin, saya telah menghemat anggaran negara sekitar 18 miliar dolar AS secara tunai," ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan, penghematan itu berasal dari proyek-proyek yang tidak produktif. Prabowo merasa bangga dengan pencapaian tersebut,
"Namun, harus saya katakan bahwa saya memulainya lebih dulu beberapa bulan sebelumnya, dan saya merasa berhasil. Saya merasa diberdayakan," kata dia.
"Saya rasa saya adalah salah satu dari sedikit Presiden Indonesia yang dalam tiga bulan pertama pemerintahannya berhasil menghemat 18 miliar dolar AS secara tunai," lanjut Prabowo.
Selain proyek tak produktif, Prabowo juga memerintahkan agar semua jajarannya untuk tidak menggelar banyak acara seremonial. Sebab, hal itu dapat menguras banyak anggaran.
"Setiap kementerian punya hari ulang tahun, setiap pemerintah provinsi, setiap kabupaten memiliki hari ulang tahun. Bisa Anda bayangkan berapa ratus upacara yang kita adakan setiap minggu dan setiap bulan di seluruh Indonesia? Jadi, saya batalkan saja itu semua. Saya katakan ulang tahun cukup dirayakan di dalam kantor, mungkin dengan makan siang kecil atau makanan bungkus saja, untuk menjaga rasionalitas," ucap dia.
Meski demikian, Prabowo mengaku, melakukan efisiensi tidak mudah. Pada awal kebijakan itu berlaku, ada banyak penolakan.
"Memang tidak mudah di awal. Bahkan ada demonstrasi yang menentang saya. Tapi menurut saya, itu mungkin pertama kalinya dalam sejarah dunia, ada demonstrasi yang menentang efisiensi pemerintah. Saya tidak tahu siapa yang membayar demonstrasi itu, tapi itu cukup menyedihkan," ujar dia.

















