Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prancis Tuding Iran Sebarkan Kabar Bohong untuk Memperparah Demo Siswa
ilustrasi bendera Prancis (unsplash.com/alicetricky)
  • Kementerian Luar Negeri Prancis memanggil Dubes Iran setelah menuding akun resmi Iran menyebarkan disinformasi daring yang menyasar siswa dan memperburuk demonstrasi pendidikan.
  • Demonstrasi siswa di Prancis berlangsung selama sepekan, menuntut perbaikan kelas yang kelebihan kapasitas, kekurangan tenaga pengajar, serta masalah pendidikan lainnya.
  • Iran membalas dengan memanggil Dubes Prancis di Teheran, memprotes dugaan kekerasan terhadap pelajar dan menuding Prancis menerapkan standar ganda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Prancis memanggil duta besar (Dubes) Iran terkait dengan tuduhan kampanye disinformasi yang dilakukan pemerintah Iran pada Rabu (7/10/2026). Informasi menyimpang tersebut disebut memperburuk demonstrasi di Prancis.  

Sepekan terakhir, Prancis sudah dilanda demonstrasi besar-besaran dari siswa sekolah. Mereka menuntut pemerintah Prancis untuk memperbaiki kelas yang kelebihan kapasitas, kurangnya tenaga pengajar, dan permasalahan pendidikan lainnya.

1. Tuding Kemlu Iran sebarkan informasi menyimpang

ilustrasi bendera Prancis (unsplash.com/nimbus_vulpis)

Juru Bicara Kemlu Prancis, Pascal Confavreux mengatakan bahwa Kemlu Iran sudah menargetkan kampanye disinformasi. Sementara, kabar bohong tersebut diduga sudah disebarkan untuk menyasar pada siswa di Prancis. 

“Konten menyimpang sudah beredar di dunia maya oleh akun resmi Kemlu Iran. Penyebaran kabar bohong ini tentu tidak dapat kami terima dan tidak akan dibiarkan begitu saja,” terangnya, dikutip dari France24.

Paris menyebut bahwa klaim Teheran soal perlakuan buruk dan kekerasan kepada demonstran itu tidak memiliki dasar yang jelas. Selain itu, informasi menyimpang itu bertujuan memprovokasi demonstran.

2. Iran ikut panggil Dubes Prancis

ilustrasi bendera Iran (unsplash.com/akbarnemati)

Menanggapi pemanggilan dubes Iran di Paris, pemerintah Iran juga ikut memanggil Dubes Prancis di Teheran, Pierre Cochard. Mereka mengungkapkan protes atas kekerasan yang ditujukan kepada siswa yang ikut demonstrasi. 

“Kami menyampaikan kepada Prancis terkait situasi kekerasan dan represif di demonstrasi damai. Penggunaan kekerasan dalam demonstrasi damai ini tidak dapat dijustifikasi,” terangnya, dikutip dari Democrata. 

Tak hanya itu, Iran juga menuding Prancis menerapkan standar ganda. Sebab, Prancis mengkritik tindakan aparat keamanan Iran, tapi menjustifikasi kekerasan kepada demonstran di negaranya. 

3. Iran balas pernyataan Prancis soal demo di negaranya

ilustrasi bendera Iran (pexels.com/aboodi)

Tindakan Iran ini diduga sebagai balasan atas pernyataan Prancis saat demonstrasi besar pada Januari 2026. Saat itu, Prancis menyebut bahwa aparat keamanan Iran telah melakukan kekerasan dan pemaksaan kepada demonstran. 

Dilansir Le Monde, sejumlah organisasi penegak hak asasi manusia (HAM) menuding ribuan demonstran di Iran tewas. Bahkan, organisasi seperti Amnesty International menuding petugas keamanan Iran menembak langsung ke arah demonstran. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article