Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Sebut Imigran dan Islam Dalang Kerusuhan di Prancis

2 min read
Trump Sebut Imigran dan Islam Dalang Kerusuhan di Prancis
Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump menyebut kerusuhan terkait demonstrasi di Prancis dipicu migrasi massal dan Islam, bukan masalah sekolah seperti tuntutan para siswa.
  • Demonstrasi siswa menuntut perbaikan pendidikan akibat kelas terlalu padat dan kekurangan guru; aksi meluas dengan dukungan serikat pekerja serta mahasiswa di sejumlah kota.
  • Prancis menolak narasi Trump, sementara Emmanuel Macron menggelar pertemuan darurat saat jumlah demonstran dilaporkan mencapai 256 ribu menurut Kementerian Dalam Negeri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Selasa (6/10/2026), mengatakan bahwa kerusuhan imbas demonstrasi di Prancis disebabkan oleh migrasi massal dan Islam. Menurutnya, demo kali ini tidak berkaitan dengan sekolah. 

“Apa yang terjadi di Prancis tidak lebih dari migrasi massal yang tak terkontrol. Ini bukan soal sekolah, ini mengenai Islam yang ingin mengambilalih sebuah negara besar,” tuturnya, dikutip dari Politico.

Lebih dari sepekan terakhir, Prancis sudah dilanda demonstrasi siswa di seluruh penjuru negeri untuk memperbaiki pendidikan. Demonstrasi besar-besaran ini didorong kelebihan kapasitas ruang kelas dan kurangnya tenaga pengajar. 

  1. 1. AS peringatkan warganya soal keamanan di Prancis

    ilustrasi bendera Amerika Serikat (
    ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/mck)

    Menyusul demonstrasi siswa yang semakin meluas, Kedutaan Besar AS di Paris memberikan peringatan bagi warga AS di Prancis. Dengan ini, Washington memperingatkan agar warganya menghindari area demonstrasi dan mencari rute alternatif. 

    Dilansir Newsweek, demonstrasi siswa di Prancis ini semakin meluas usai diikuti oleh persatuan pekerja. Bahkan, persatuan mahasiswa di Prancis, Union Etudiante juga ikut dalam aksi ini dan mengunggah daftar area demonstrasi di Paris, Lyon, Bordeaux, Nice, dan Marseille. 

  2. 2. Prancis tolak pernyataan Trump soal demo siswa di negaranya

    ilustrasi bendera Prancis
    ilustrasi bendera Prancis (unsplash.com/alicetricky)

    Menanggapi tuduhan Trump, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot mengatakan bahwa Prancis harus menentukan ceritanya sendiri. Ia menilai tidak ada pihak lain yang dapat menentukan insiden di Prancis. 

    “Jika kami tidak menulis sendiri cerita kami, pihak lain yang akan menulisnya untuk kami. Prancis tidak akan membiarkan soal cerita-cerita yang dikarang oleh pihak lain,” terangnya, dikutip dari Anadolu Agency.

    Barrot menambahkan, sejumlah pihak memang berupaya menginterpretasikan kejadian di Prancis sesuai cara mereka. Pihak asing tersebut dapat negara rival, pesaing, ataupun rekan Prancis sendiri. 

  3. 3. Macron adakan pertemuan tangani demo siswa di Prancis

    Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
    Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Kremlin.ru, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)

    Pada saat yang sama, Presiden Prancis, Emmanuel Macron sudah mengadakan pertemuan darurat untuk mendiskusikan demonstrasi siswa yang kian meluas. Pertemuan ini dilakukan setelah Macron menghindari respons soal demo siswa dalam sepekan terakhir. 

    Pada Selasa, Kementerian Dalam Negeri Prancis menyebut bahwa demonstran di seluruh Prancis sudah menembus 256 ribu orang. Diketahui sebanyak 56 ribu demonstran sudah menyuarakan tuntutannya di Paris. Sedangkan, Union Etudiante memperkirakan peserta demo menembus 450 ribu orang. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More