Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pria di Utah AS Ditusuk, Pelaku Ngaku Ingin Bunuh Muslim
Garis polisi (unsplash.com/Jenn)
  • Seorang pria Muslim di Valley Fair Mall, Utah, menjadi korban penusukan brutal bermotif kebencian agama dan kini dirawat dalam kondisi kritis.
  • Pelaku bernama Peter Michael Larsen mengaku sengaja menyerang karena kebencian terhadap Muslim dan kini ditahan atas tuduhan percobaan pembunuhan.
  • Insiden ini memicu kecaman luas serta seruan dari kelompok HAM untuk melawan Islamofobia dan memperkuat perlindungan bagi komunitas minoritas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seorang pria Muslim yang bekerja di sebuah kios di Valley Fair Mall, West Valley City, Utah, Amerika Serikat (AS) menjadi korban penusukan brutal pada Senin (13/7/2026). Korban mengalami sejumlah luka tusuk di sekujur tubuhnya dan segera dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Aparat keamanan setempat berhasil menangkap pelaku setelah sebelumnya dilumpuhkan oleh para pengunjung mall. Dokumen penyelidikan resmi mengungkapkan bahwa aksi kekerasan ini didasari oleh motif kebencian terhadap kelompok agama tertentu.

1. Kronologi penyerangan di kios mall

Peristiwa kekerasan ini terjadi saat korban sedang bertugas menjaga kiosnya di dalam Valley Fair Mall. Tersangka tiba-tiba menghampiri korban untuk menanyakan nama serta latar belakang keyakinannya.

Setelah percakapan singkat tersebut, pelaku berpura-pura meminta sebotol air minum untuk mengelabui korban. Saat korban membalikkan badan untuk mengambil air, pelaku langsung melancarkan aksi penyerangan secara brutal.

Melihat aksi tersebut, para pengunjung mall segera bertindak cepat untuk melumpuhkan pelaku di lokasi. Mereka berhasil merebut senjata tajam dari tangan penyerang dan menahannya hingga aparat kepolisian tiba di tempat kejadian.

2. Motif kebencian agama

Tersangka dalam kasus ini diidentifikasi bernama Peter Michael Larsen (48). Setelah sempat dibawa ke rumah sakit, Larsen langsung ditahan di Penjara Salt Lake County atas dugaan percobaan pembunuhan.

Dalam proses interogasi oleh pihak penyidik, tersangka secara terbuka mengakui bahwa ia sengaja menargetkan korban karena keyakinan agamanya. Larsen bahkan menyatakan tidak menyesal atas tindakan kekerasan yang dilakukannya tersebut.

"Saya berniat untuk membunuh orang-orang Muslim," kata Larsen dalam dokumen pengadilan.

Pihak kepolisian menyatakan Larsen merupakan sosok ekstremis yang berbahaya bagi keselamatan publik karena diduga telah merencanakan aksi kekerasan massal sebelum insiden ini. Catatan pengadilan juga menunjukkan pelaku masih berada dalam masa percobaan atas kasus kejahatan sebelumnya.

3. Desakan melawan Islamofobia

Aksi kekerasan bermotif kebencian agama ini memicu kecaman keras dari berbagai kelompok advokasi hak asasi manusia di Amerika Serikat. Kasus ini menambah kekhawatiran publik atas meningkatnya sentimen Islamofobia yang membahayakan kelompok minoritas.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mendesak para pemimpin politik untuk bersuara lantang menolak segala bentuk kebencian sektarian. Mereka menekankan bahwa pembiaran terhadap narasi kebencian akan selalu berdampak buruk pada keselamatan warga sipil.

"Serangan mengerikan ini adalah pengingat lain bahwa retorika anti-Muslim memiliki konsekuensi di dunia nyata," kata Direktur Eksekutif Nasional CAIR, Nihad Awad, dilansir dari Anadolu Agency.

Untuk membantu meringankan beban finansial korban, komunitas lokal segera menggalang dana guna membiayai kebutuhan operasi medisnya. Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat memberikan rasa aman kembali bagi seluruh lapisan masyarakat sipil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article