Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Putin Bicara dengan Trump untuk Mengakhiri Perang AS-Iran
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Vladimir Putin menelepon Donald Trump untuk menyampaikan pandangan Iran terkait upaya mengakhiri perang AS-Iran, di tengah negosiasi damai tujuh bulan yang buntu akibat operasi militer AS.
  • Putin menyatakan Iran telah mengerahkan upaya besar dan mengajukan proposal baru untuk penyelesaian damai, setelah bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di KTT CIS.
  • Pezeshkian mengapresiasi dukungan Rusia di Dewan Keamanan PBB dalam menghalangi sanksi baru AS, sambil menilai kebijakan unilateral menghambat perjanjian damai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Sabtu (10/10/2026), mengatakan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump soal upaya besar Iran. Langkah ini sebagai negosiasi lanjutan untuk mengakhiri perang antara AS dan Iran. 

AS dan Iran sudah mengadakan negosiasi damai untuk mengakhiri konflik selama 7 bulan terakhir. Namun, negosiasi damai antara kedua negara mengalami kebuntuan usai lanjutan operasi militer AS di Iran. 

1. Putin jelaskan pandangan Iran kepada Trump

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Council.gov.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa Putin sudah menghubungi Trump lewat telepon. Dialog itu untuk menjelaskan soal pandangan Iran kepada Trump dalam rangka mengakhiri konflik di Timur Tengah. 

Dilansir Democrata, perbincangan antara Trump dan Putin sebenarnya berfokus membahas perang di Ukraina. Presiden Rusia itu juga menjelaskan bahwa Moskow akan sudah mengupayakan solusi mengakhiri perang di Ukraina. 

2. Putin sebut Iran sudah berupaya besar akhiri konflik

ilustrasi bendera Iran (pexels.com/aboodi)

Pada Kamis, Putin sudah bertemu dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian di KTT Commonwealth of Independent States (CIS) di Avana, Turkmenistan. Ia mengaku bersedia membantu Iran dalam menyelesaikan konflik dengan AS. 

“Kami tahu bahwa Iran sudah mengupayakan segalanya dalam mengakhiri perang. Teheran sudah mengajukan proposal baru untuk menyelesaikan konflik dengan damai,” katanya, dikutip dari EFE.

Sebelumnya, kedua pemimpin sudah bertemu di Kyrgyzstan. Keduanya juga mendorong resolusi damai untuk mengakhiri perang antara AS dan Iran. 

3. Pezeshkian apresiasi dukungan Rusia di PBB

ilustrasi bendera Rusia (pixabay.com/michel_van_der_vegt)

Pada saat yang sama, Pezeshkian mengapresiasi dukungan Rusia ke Iran, terutama di Dewan Keamanan PBB. Menurutnya, Rusia sudah membantu Iran dalam menghalangi AS menetapkan sanksi baru ke negaranya. 

“AS berupaya menetapkan pandangannya ke seluruh negara di dunia. Padahal, kami berusaha mengakhiri perang sesegera mungkin. Semua menghormati hak kami. Namun, jika mereka tetap menetapkan kebijakan unilateral, maka perjanjian damai tidak dapat dilakukan dalam jangka pendek,” terangnya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article